Loading...

Wapres JK: Jangan Karena Beda Pilihan Kita Terpecah Belah

YOGYAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Wakil presiden RI, Jusuf Kalla, mengatakan, demokrasi bukan sekedar ditunjukkan dengan perolehan banyaknya dukungan, tapi mengenai siapa yang paling bisa berkontribusi untuk memajukan bangsa.

“Itulah demokrasi, demokrasi bukan angka-angka saja tapi untuk memajukan bangsa ini,” ujar Jusuf Kalla ketika membuka Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII di Yogyakarta, Senin (26/11/2018).

Jusuf Kalla menambahkan, pihaknya mengharapkan rakyat Indonesia bersikap dewasa dalam menentukan pilihan dan menghormati mereka yang memiliki perbedaan pilihan politik.

“Mudah-mudahan dalam suasana dakwah, suasana berkemajuan, dan suasana politik, bangsa ini tetap bersatu. Kita boleh berbeda di “TPS”, tapi kita tetap bersama untuk memajukan bangsa ini,” imbuh Jusuf Kalla.

Menurut Wapres, perbedaan pendapat dan pilihan politik merupakan hal wajar dan jangan sampai hal itu menyebabkan terpecahbelahnya negeri ini.

“Itu hanya masalah 5 menit saja atau masalah 10 menit, karena banyak yang dipilih. Jangan karena masalah 10 menit itu kita menjadi terpecah belah, kita tetap bersatu untuk majukan bangsa ini,” tegasnya.

Jusuf Kalla mengatakan, merupakan hal politik dan hak asasi, jika masyarakat mengharapkan pemimpin yang terbaik yang dapat membangun dan memajukan bangsa.

“Demokrasi itu tentang siapa yang paling bisa memajukan bangsa ini. Itulah yang menjadi hak politik masyarakat dan itu merupakan hak asasi kita untuk yang terbaik,” tambahnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya dalam pembukaan muktamar yang dihadiri oleh lebih dari 8000 pemuda Muhammadiyah itu, Jusuf Kalla, turut mengimbau pada generasi muda untuk menggunakan hak pilih mereka.

“Generasi muda tentu Anda harus menggunakan hak Anda. Karena, hak itu adalah salah satu cara untuk memajukan bangsa ini dengan menggunakan hak-hak politik seperti itu,” tutupnya.

Berita Lainnya
Bakamla RI Terima Kunjungan Kerja Sekretariat Keamanan Nasional Jepang JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Delegasi Sekretariat Keamanan Nasional Jepang (Japan's National Security S...
Tercecernya KTP Elektronik Timbulkan Kecurigaan Publik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga, Muhammad Taufik, men...
JK: Pendekatan Politik dan Ekonomi sudah Dijalankan untuk Papua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengatakan pendekatan secara politik dan ekon...
Peneliti LIPI Usulkan Pemilu di Papua Ditunda JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Profesor Hermaw...
Menko Polhukam Tegaskan Operasi Penyelamatan di Nduga, Papua Masih Terus Dilakukan JAKARTA,TAJUKTIMUR.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan s...
Kanal: Nasional