Loading...

Wisatawan Menikmati Suasana Bali Gelap Gulita Tanpa Penerangan

DENPASAR (TAJUKTIMUR.COM) – Bali sebagai daerah tujuan wisata dengan ratusan hotel dan ribuan wisatawan mengalami gelap gulita tanpa penerangan setitik cahaya saat umat Hindu melaksanakan ibadah Tapa Brata Penyepian menyambut Tahun Baru Saka 1940, Sabtu (17/3) malam.

Pewarta Antara di Denpasar melaporkan suasana gelap gulita terjadi di mana-mana dan masyarakat sejak pagi hari telah mengurung diri dalam rumah masing-masing untuk melaksanakan empat pantangan.

Salah satu dari empat pantangan yang dilakukan Umat Hindu pada hari peralihan tahun baru saka dari tahun saka 1939 ke 1940 itu menyangkut amati geni yakni tidak menyalakan api maupun lampu penerangan listrik, walaupun PLN Distribusi Bali tetap memasok listrik kepada seluruh pelanggannya. Pantangan lainnya adalah amati karya (tidak bekerja dan aktivitas), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu, tanpa hiburan/bersenang-senang).

Pada malam kegelapan itu petugas keamanan desa adat (pecalang) dan tokoh masyarakat di masing-masing desa adat (pekraman) melakukan pemantauan menyangkut keamanan. Bali pada malam Hari Suci Nyepi menjadi gelap gulita, karena seluruh penerangan listrik dipadamkan, baik di jalan, rumah-rumah penduduk, dan tempat-tempat umum lainnya.

Sementara semua hotel yang tersebar di kawasan Sanur, Kuta, Nusa Dua dan pusat-pusat kawasan wisata lainnya di Bali jauh sebelumnya telah diimbau agar sedapat mungkin tidak menyalakan listrik yang sinarnya sampai memantul ke luar.

Wisatawan Menikmati Suasana Nyepi

Wisatawan domestik dan mancanegara dari berbagai daerah menikmati suasana Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1940 dari sejumlah hotel di kawasan Desa Adat Tuban, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu petang.

The night sky in #Bali today #Nyepi (foto: @RikhiNarula/twitter)

Para wisatawan tampak menikmati Hari Raya Nyepi dengan bersantai dan memanfaatkan berbagai fasilitas hotel, seperti kolam renang dan area bermain anak.

Sejumlah wisatawan juga tampak mengamati suasana jalanan yang lengang tanpa ada satupun pengguna jalan dari balik jendela hotel tempat mereka menginap.

Misalnya, Ima Adeline, wisatawan asal Manado, mengaku dirinya bersama keluarganya sangat menikmati suasana keheningan Nyepi meskipun dirinya hanya berada di dalam hotel. “Rasanya tenang sekali, hening. Sudah dua kali saya datang ke Bali saat Nyepi, memang suasananya sangat berbeda,” ujarnya.

Sejumlah pengelola hotel, juga membuat berbagai program saat Hari Raya Nyepi berlangsung. Hal tersebut karena para tamu hotel dilarang bepergian selama Umat Hindu menjalankan catur brata penyepian. Kegiatan-kegiatan itu diantaranya seperti kegiatan melukis untuk anak-anak, yoga dan menonton film bersama saat malam hari.

(as)

Berita Lainnya
Pengamat: Publik Harus Pertanyakan Program Capres-Cawapres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan...
Satgas Pangan Pantau Stok Menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Satgas Pangan akan melakukan pemantauan untuk memastikan stok kebutuhan po...
Sandiaga Doakan Calon Penggantinya di DKI BEKASI, TAJUKTIMUR.COM - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Sandiaga Uno menghadiri acar...
KPU Akan Tetapkan Hasil Perbaikan DPT Tahap II JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Per...
Pemerintah Harus Tegas pada ‘Genderuwo’ Ekonomi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Praktisi Industri dan Bisnis, Said Didu menilai pemerintah harus tegas men...
Kanal: Nasional