Loading...

YLKI Nilai BPOM Kecolongan Kasus Albothyl

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan kecolongan dalam kasus Albothyl yang telah dibekukan izin edarnya.

“Semua jenis dan merek obat harus didaftarkan terlebih dahulu ke BPOM sebelum diproduksi dan diedarkan. Proses itu melalui berbagai uji yang dilakukan BPOM,” kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi yang dihubungi di Jakarta, Sabtu (17/2).

Dengan berbagai proses uji yang dilakukan BPOM, Tulus menilai seharusnya kejadian tersebut tidak terjadi.

Kejadian itu, katanya, menunjukkan bahwa BPOM belum melakukan pengawasan secara ketat terhadap obat dan makanan.

“Berbeda dalam masalah kehalalan suatu obat atau makanan yang bisa saja disalahgunakan setelah didaftarkan ke BPOM,” tuturnya.

Selain menyoroti pengawasan BPOM, Tulus juga menilai bisa jadi permasalahan yang dialami PT Pharos Indonesia, pembuat Albothyl, ada unsur persaingan usaha yang tidak sehat.

Oleh karena itu, BPOM juga harus memeriksa kembali merek obat dari pembuat lainnya serta melakukan pengawasan pascaedar secara lebih ketat dan serius.

“Jangan sampai BPOM terjebak irama gendang produsen untuk persaingan usaha yang tidak sehat,” ujarnya.

(hfd/ttcom)

Berita Lainnya
Bawa Narkoba, Polisi Tembak Mati Warga Malaysia MEDAN, TAJUKTIMUR.COM - Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai, Polda Sumatera Utara, menem...
Papua Barat paling rendah Tingkat Kepatutan Pelaporan Harta Kekayaan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Pemerintah Provinsi Papua Ba...
Pushidrosal TNI-AL Temukan CVR Lion Air JT-610 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang diga...
Fahira Idris: Isu Perempuan dan Anak Harus Ada Dalam Debat Pilpres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Dari lima tema besar Debat Publik Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wak...
Relawan Jokowi – Prabowo gelar Pertandingan Persahabatan KUALA LUMPUR, TAJUKTIMUR.COM - Relawan pendukung pasangan Jokowi - KH Ma`ruf Amin dan Prabowo - Sand...
Kanal: Nasional