Loading...

Azan Berkumandang, Pertandingan Liga Arab di Hentikan Wasit

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Menghormati keyakinan dan menunjukkan toleransi untuk pemeluk kepercayaan lain dapat dilakukan dimana saja. Bagi eks wasit Premier League, Mark Clattenburg, salah satu caranya adalah menghentikan pertandingan pada saat azan.

Dalam lima musim terakhir, Clattenburg dikenal sebagai salah satu wasit terbaik di Premier League. Statusnya tersebut membuat ia dipercaya memimpin partai penting, salah satunya final Piala Eropa 2016, sebelum akhirnya memutuskan pensiun Januari 2017 lalu.

Keputusan Clattenburg saat itu membuat banyak pihak bertanya-tanya. Bagaimana tidak, ia pensiun ketika usianya baru menginjak 41 tahun dan baru menjadi wasit di kompetisi level atas selama 13 tahun.

Tak lama setelah memutuskan pensiun, Clattenburg memutuskan untuk menjadi kepala wasit Liga Arab Saudi. Keputusan tersebut diambil pada Februari 2017 lalu, usai kepala wasit sebelumnya, Howard Webb, mengundurkan diri.

Jabatan tersebut jauh dari sekadar apa yang ia lakoni di Premier League. Dengan menjadi kepala wasit, ia bertanggung jawab untuk memperbaiki profesionalisme dan performa wasit di semua kompetisi yang berada di bawah Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF).

Tak hanya itu, mengingat jumlah wasit di Arab Saudi yang minim, Clattenburg pun terpaksa harus mengambil peran sebagai pengadil dalam beberapa pertandingan panas, baik di level liga atau turnamen. Salah satunya adalah Al Feiha and Al-Fateh, yang digelar Rabu (24/1/2018) waktu setempat.

Pertandingan yang digelar di King Salman Sport City Stadium tersebut berjalan panas. Saat laga memasuki menit ke-15 perpanjangan waktu, Clattenburg tiba-tiba memutuskan untuk meniup peluit panjang dan mempersilakan pemain keluar lapangan.

Hal tersebut dilakukan Clattenburg karena ia mendengar suara azan dari beberapa masjid yang berada di sekitar stadion berkapasistas 7.000 penonton tersebut. Meski demikian, tak dijelaskan azan apa yang berkumandang tepat pada laga tersebut.

Pilihan Clattenburg untuk menghentikan laga karena azan pun memantik pembicaraan di media sosial. Ia bahkan tak sedikit memperoleh pujian karena aksinya tersebut menandakan sikap toleransinya kepada keyakinan yang dianut orang lain.

(fr)

Berita Lainnya
Lima Tim dari Kabupaten/Kota di Malut Berebut Tiket Suratin Cup TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak lima tim asal kabupaten/kota di Maluku Utara (Malut) bersaing mem...
Arab Saudi Juara Piala U-19 Asia 2018 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tim nasional sepak bola Arab Saudi merengkuh gelar juara Piala U-19 Asia 2...
Marquez Menangi GP Malaysia, Rossy Terjatuh KUALA LUMPUR, TAJUKTIMUR.COM - Juara dunia Marc Marquez memenangi Grand Prix Malaysia setelah Valent...
Newcastle Rasakan Kemenangan Perdana Musim Ini JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Newcastle United akhirnya merasakan kemenangan perdana musim ini dengan me...
Bupati Buka Kejuaraan Motorprix Open Tournament Saruma Cup Race LABUHA, TAJUKTIMUR.COM - Kejuaraan Daerah Motorprix Open Tournament Saruma Cup Race dan Pengukuhan K...
Kanal: Olahraga