Loading...

Yanuardi Syukur dalam Pencalonan Ketua FLP Pusat 2017-2021

Oleh: M. Sadli Umasangadji. *)

Forum Lingkar Pena (FLP) adalah salah satu fenomena dalam perkembangan literasi di Indonesia. Didirikan pada 1997 oleh Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, Muthmainnah serta beberapa temannya dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia saat mereka bertemu di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas Indonesia. Pertemuan membahas tentang minat membaca dan menulis di kalangan para remaja Indonesia dan kesadaran betapa efektifnya menyampaikan gagasan melalui tulisan. Akhirnya peserta rapat bersepakat membentuk organisasi penulis pada 22 Februari 1997 bernama Forum Lingkar Pena yang saat itu sebagai badan otonom Yayasan Prima. Saat Helvy Tiana Rosa terpilih sebagai Ketua Umum, anggotanya tak lebih dari 30 orang. Selanjutnya, pada 1998, berdiri FLP Wilayah Kalimantan Timur yang berpusat di Bontang serta cabangnya di Samarinda, Balikpapan, Tenggarong dan Sangata, dan pada tahun 1999 banyak permintaan dari daerah untuk membentuk kepengurusan FLP di tiap propinsi. Setelah kepengurusan Helvy Tiana Rosa (1997-2005), FLP Pusat dipimpin oleh M. Irfan Hidayatullah (2005-2009), Setiawati Intan Savitri (2009-2013), dan Sinta Yudisia (2013-2017).

Dalam waktu yang relatif singkat, FLP memiliki cabang di hampir 30 propinsi dan di mancanegara dan telah beranggotakan sekitar 5000 orang dengan hampir 70% anggotanya adalah perempuan. Dari jumlah ini, 500 diantaranya menulis secara aktif di berbagai media dan 500 orang ini berusaha membina 4500 anggota FLP lainnya untuk menjadi penulis pula. Hingga 2011 (14 tahun kelahirannya), diperkirakan anggota FLP di seluruh dunia, telah mencapai 10.000 anggota, karena tiap wilayah senantiasa mengadakan perekrutan calon penulis baru yang intensif

Visi dan Misi FLP adalah “menjadi sebuah organisasi yang memberikan pencerahan melalui tulisan.” (Pasal 4 AD/ART FLP tentang “Visi dan Misi FLP”). Dalam AD/ART dijelaskan bahwa FLP sebagai sebuah wadah kepenulisan berperan untuk mencerahkan masyarakat dengan tulisan. Sedangkan, misi FLP dalam keputusan yang dihasilkan pada Musyawarah Nasional (Munas) I di Jogja, adalah: (1) Meningkatkan mutu dan produktivitas karya anggota sebagai sumbangsih berarti bagi masyarakat; (2) Membangun jaringan penulis yang menghasilkan karya-karya berkualitas dan mencerdaskan; (3) Meningkatkan budaya membaca dan menulis di kalangan masyarakat, dan (4) Memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi penulis

Geliat pencaturan Musyawarah Nasional FLP, menghadirkan beberapa nama sebagai Calon Ketua Umum. Termasuk Yanuardi Syukur yang bersedia untuk mengikuti bursa calon Ketua Umum FLP Pusat 2017-2021.

Yanuardi Syukur sendiri dalam Forum Lingkar Pena (FLP), ia pernah menjabat sebagai Koordinator Divisi Penulisan dan Penerbitan FLP Makassar (2003), Ketua FLP Sulawesi Selatan (2004-2006), Ketua FLP Malut (2007-2013), Koordinator Fundraising FLP Pusat (2008) dan Divisi Advokasi dan Divisi Karya FLP Pusat (2013-2017).

Tentu Pria kelahiran Halmahera Utara, Maluku Utara , 13 Januari 1982 ini sudah banyak menerbitkan buku kurang lebih 60-an buku yang sudah terbit dari tangannya dan menjadi beberapa editor untuk beberapa buku. Termasuk karyanya yang fenomenal adalah Menulis di Jalan Tuhan (Deepublish, 2017) dan Presiden Mursi ; Kisah Ketakutan Dunia pada Kekuatan Ikhwanul Muslimin (Hayyun Media, 2013).

Pria yang kesehariannya sebagai Dosen Antropologi Universitas Khairun Ternate saat ini juga sedang menempuh pendidikan Doktoral di Univesitas Indonesia Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Mengenai pengalaman organisasi, Yanuardi Syukur sudah begitu banyak bergelut dalam berbagai organisasi baik organisasi semasa mahasiswa hingga kini, semasa mahasiswa beliau pernah aktif sebagai sebagai Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Unhas (2003), Koordinator Departemen Kastrat KAMMI Sulsel (2003-2004).

Beliau juga telah mendapat berbagai penghargaan diantaranya Pena Award (Buku “Terapi Kejujuran”) dari FLP di Bali tahun 2013, Penulis Produktif, Lepkhair Universitas Khairun Ternate tahun 2013, Nominator Penulis Terpuji FLP tahun 2013 di Bali dan lainnya.

Kita kenal beliau seperti kata Helvy Tiana Rossa dalam “Hikayat Wong Cilik di Tengah Sastra Urban” (Republika, 2008), “Esais muda Yanuardi Syukur mungkin bisa menjadi contoh menarik. Ia dijuluki teman-temannya sebagai ‘Anak Seribu Pulau’. Ia senang mengembara kemana-mana, ke kota besar hingga ke desa terpencil. Setiap kali pergi, entah bagaimana ia mampu menyemangati orang-orang untuk mendirikan komunitas Sastra yang belum ada di tempat itu, atau membantu menghidupkan kembali kantong budaya di sana yang hidup segan mati tak mau. Ia bahkan masuk ke tempat-tempat yang mungkin enggan dijamah orang. Terakhir, sebelum ke Jakarta untuk kuliah pascasarjana, ia masih menyemangati dan member pelatihan menulis bagi para penghuni penjara di Tobelo, Maluku Utara, yang ternyata luar biasa antusias”.

Kami sendiri merasa demikian bahwa, Kak Yanu begitu kami biasa menyapa beliau, telah banyak memberi kami ilmu mengenai kepenulisan dan tentunya memberi inspirasi dan motivasi untuk terus menghasilkan karya. Tak terelakkan, bahwa beberapa penulis muda dari FLP Malut pun mampu menghadirkan karya atas berbagai motivasi yang tak henti-henti digencarkan Yanuardi Syukur ini. Termasuk atas motivasinya, Berdakwah dengan Pena, Da’wah bilqalam, “Ajakan kepada manusia lewat perantaran pena kepada jalan Allah”. Menulis untuk berdakwah.

Dalam bursa calon sebagai Ketua Umum FLP Pusat ini, kami begitu gembira. Beberapa ide Yanuari Syukur untuk FLP diantaranya, penuntasan registrasi dan database anggota FLP, manajemen pengurus yang efektif, penerbitan karya-karya FLP ke bahasa asing, kolaborasi dengan berbagai lembaga, pengembangan jejaring literasi bagi FLP. Isu pencalonan Yanuardi Syukur adalah isu regenerasi pada tubuh FLP. Dan ini menjadi unsur penting bagi FLP ke depan. Tentu harapan kami dari FLP Malut bahwa berbagai wilayah dan cabang FLP lain mendukung beliau, Yanuardi Syukur untuk menjadi Ketua Umum FLP Pusat 2017-2021. Satu kata inspirasi dari Yanuardi Syukur, “Dimanapun kamu ditanam, berkembanglah”.

 

*Anggota Forum Lingkar Pena Maluku Utara

Berita Lainnya
Kita tak Butuh Status Bencana Nasional, Kita Butuh Solidaritas Nasional Oleh: Fahd Pahdepie * JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Secara hati-hati saya bertanya kepada sejumlah pi...
Perang Dagang USA vs China Oleh: Hari Mulyanto, Alumni Tannas UGM JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Genderang perang Amerika Serika...
PKS Tidak Berkhianat Oleh: Sapto Waluyo (Direktur Center for Indonesian Reform) Dinamika politik pasca pilkada serenta...
Menghargai Bangsa Sendiri Oleh: Shamsi Ali* JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM —- Ada banyak hal yang menjadikan mata kita terbelalak ...
Peran Media Massa Dalam Memberantas Aksi Terorisme di Indonesia Oleh: Mayor Inf Suwandi* JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM —- Terorisme merupakan musuh dunia yang tidak me...
Kanal: Opini