Loading...

2019 Papua Barat Nikmati Internet Berkecepatan Tinggi

MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM – Mulai tahun 2019 masyarakat di daerah terdalam terdepan dan terluar (3T) di Provinsi Papua Barat dan tiga provinsi lainya sudah bisa menikmati layanan internet berkecepatan tinggi.

Melalui program Palapa Ring Paket Timur, jaringan internet sudah bisa dinikmati di daerah-daerah yang selama ini belum sama sekali menikmati jaringan data seluler. Layanan internet akan segera menjangkau daerah-daera tersulit .

Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informatika Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika (BAKTI), Danny Januar di Manokwari, Jumat mengatakan, Palapa Ring Paket Timur menjangkau 35 kabupaten kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua dan Papua Barat.

“Di Papua Barat sendiri ada beberapa kabupaten, diantaranya Manokwari, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, Maybrat dan Teluk Bintuni. Di wilayah pedesaan kecepatannya bisa mencapai 10 Megabits, wilayah perkotaan 20 Megabits,” kata Danny.

Menurutnya, melalui jaringan kabel optik pada program Palapa Ring tersebut, seluruh operator seluler bisa segera melebarkan sayap bisnisnya ke wilayah timur, termasuk Papua dan Papua Barat.

“Saat ini semua operator yang sedang menunggu. Mereka sudah ngantre agar bisa masuk ke wilayah Papua,” sebut Danny lagi.

Program Palapa Ring merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pertama pada sektor telekomunikasi dengan menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau Availability Payment (AP). Proyek ini melibatkan PT Palapa Timur Telematika sebagai pelaksana pemasangan kabel serat Optik dari NTT hingga Papua Barat.

President PT Palapa Timur Telematika (PTT), Muharso mengungkapkan, pemasangan kabel optik sudah hampir rampung. Saat ini pembangunan konstruksi fisik program ini sudah mencapai 87,03 persen. 13 persen sisa pemasangan kabel optik tersebut ditargetkan tuntas pada akhir Maret 2019.

Ia menyebutkan, total panjang paket ini 6.878 kilo meter terdiri dari 4.452 km jaringan laut, 2.452 km jaringan darat serta microwave sebanyak 59 hops. Paling panjang dan menantang, sekaligus membutuhkan dana paling besar.

“Untuk jalur laut sudah seluruhnya terpasang, tinggal di jalur darat masih sedikit lagi yang harus kami selesaikan,” ujarnya lagi.

Dalam program ini, PTT pun membangun ratusan tower base transceiver station (BTS). Dari 105 BTS, 91 diantaranya sudah dibangun dan Papua Barat realisasinya paling banyak.

Berita Lainnya
BPBD: Alat Pendeteksi Tsunami di Kabupaten Raja Ampat Rusak WAISAI, TAJUKTIMUR.COM - Alat pendeteksi tsunami yang dipasang oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat ...
Sinergi Muhammadiyah Lahirkan Transformasi di Sorong SORONG, TAJUKTIMUR.COM - Muhammadiyah terus melebarkan sayap-sayap berkemajuan. Masyarakat di daerah...
Warga Muhammadiyah Diminta tak Berlebihan Dukung Capres SORONG, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir mengingatkan warga Muhammadiyah...
BPS: Transportasi udara sumbang inflasi tertinggi Manokwari MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Kenaikan harga tiket transportasi udara menjadi penyumbang inflasi terti...
Ini Harga Terbaru BBM Non Subsidi di Papua Barat dan Papua SORONG, TAJUKTIMUR.COM - PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM Non Subsidi seiring ...
Kanal: Papua Barat