Loading...

Dinkes Papua Barat Intervensi Eliminasi Malaria di Manokwari Selatan

MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melakukan intervensi program eliminasi atau pengurangan kasus malaria di Kabupaten Manokwari Selatan.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Senin (12/11), melepas tim kesehatan dari Dinas Kesehatan yang akan membantu Manokwari Selatan menekan kasus malaria.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Otto Parorongan, mengatakan, kasus malaria di Manokwari Selatan masih cukup tinggi dibanding daerah lain di Papua Barat. Di sisi lain, Teluk Bintuni sebagai kabupaten yang berdekatan dengan Manokwari Selatan sudah sangat berhasil menekan prefalensi kasus malaria dengan angka yang cukup menakjubkan.

“Di Teluk Bintuni prefalensinya satu banding seribu, di Manokwari Selatan masih tinggi yakni diatas lima. Manokwari Selatan kita intervensi agar penyebaran malaria di situ tidak mengganggu daerah yang sudah berhasil,” kata dia.

Tim entomolog dan coentomolog yang diberangkatkan ke Manokwari Selatan berjumlah 15 orang. Tim yang terdiri dari dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainya itu akan melaksanakan beberapa kegiatan pencegahan dan pengobatan.

“Diantaranya, mereka akan melaksanakan pemberantasan fektor malaria dan uji laboratorium. Manokwari Selatan kami pilih karena lokasinya merupakan perantara antara Teluk Bintuni, Manokwari dan Pegunungan Arfak,” sebut Otto.

Tim yang juga terdapat analis itu, lanjut Otto juga akan melakukan identifikasi terhadap sumber-sumber penularan penyakit malaria, termasuk tempat perindukan nyamuk.

Wilayah yang teridentifikasi sebagai tempat dengan kasus malaria cukup tinggi akan dilakukan penyemprotan insektisida. Hal ini bertujuan untuk mematikan nyamuk penyebar parasit malaria.

“Kita beri mereka waktu 15 hari, namun ini bisa diperpanjang jika masih ada daerah-daerah yang membutuh intervensi,” kata dia.

Otto menambahkan, secara umum kasus malaria di Papua Barat terus mengalami penurunan setiap tahun. Daerah-daerah yang memiliki jumlah kasus cukup tinggi akan terus dilakukan intervensi.

Wakil Gubernur Lakotani, berharap upaya pemberantasan malaria di Papua Barat harus lebih serius. Ia menginginkan seluruh daerah bisa terbebas dari kasus malaria serta penyakit menular lainya.

Berita Lainnya
Penumpang KM Ciremai Lompat ke Laut SORONG, TAJUKTIMUR.COM - KM Ciremai dari Manokwari hendak sandar di pelabuhan Kota Sorong, Papua, Sa...
Oke Jack Segera Beroperasi di Manokwari MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Oke Jack akan segera beroperasi di Manokwari, Papua Barat dan pekan depa...
Kemenpan-RB: PNS korup harus diberhentikan tidak hormat MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen...
KKP Gelar FGD Rencana Kawasan Strategis Nasional Raja Ampat WAISAI, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Kelautan Perikanan Republik Indonesia bersama pemerintah kabupa...
KPU Wondama kekurangan bilik dan kotak suara WASIOR, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, masih men...
Kanal: Papua Barat