Loading...

Gubernur Papua Barat Berharap Warga Suku Arfak Tekuni Wiraswasta

MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, meminta masyarakat suku Arfak baik diminta menekuni usaha wiraswasta untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam (SDA) di daerah tersebut.

“Masyarakat suku Arfak punya potensi SDA luar biasa. Tanah luas, berbagai hasil pertanian dan perkebunan melimpah. Ini harus dimanfaatkan secara optimal,” kata gubernur di Manokwari, Senin.

Menurutnya, suku Arfak harus mengadopsi semangat dan ketekunan masyarakat non-Papua dalam merintis usaha. Sehingga tidak ada warga suku Arfak yang hidup miskin.

“Sudah banyak program pembinaan yang dilaksanakan pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten. Tapi tetap saja tidak banyak yang berlanjut hingga sukses,” katanya.

Kepala suku besar Arfak seoerti dilansir Antara mengutarakan, belum lama ini ia meresmikan rumah makan dan ekowisata milik Albertina Mansim, salah satu tokoh masyarakat adat di Manokwari. Ia berharap warga yang lain berani membuka usaha yang berskala besar.

Selama ini, lanjut Dominggus, masih banyak komoditas yang didatangkan dari Jawa dan Sulawesi. Hal ini dinilai menjadi peluang usaha bagi suku Arfak maupun warga Papua lainya.

“Daging ayam, telur, ikan air tawar dan beberapa komoditas lainya kita masih bergantung dari luar. Orang-orang Papua harus belajar, coba ternak ayam, bikin kolam pelihara mujair, lele dan sebagaimanya,” sebutnya lagi.

Kabupaten Pegunungan Arfak, menjadi salah satu daerah yang akan didorong dalam pengembangan sektor pariwisata di Papua Barat setelah Raja Ampat. Mandacan berharap, masyarakat mulai merintis usaha ekowisata.

“Misalanya satu KK siapkan lahan masing-masing dua hektare, siapkan untuk jadi kebun nanas. Yang lagi sayur mayur, pelihara sebaik mungkin sehingga bisa menjadi obyek ekowisata,” ujarnya lagi.

Selain menekan angka pengangguran, sektor pertanian dan perkebunan bisa dioptimalkan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.

“Di Pegunungan Arfak itu, masyarakat yang masih punya lahan luas coba bikin rumah penginapan bermotif rumah adat kaki seribu, Kembangkan, siapa tahu kelak bisa jadi Resort atau hotel, dengan demikian kalau ada wisatawan mereka bisa menginap di sana, tidak perlu turun lagi ke Manokwari,” pungkasnya.

Berita Lainnya
Hingga hari Ketujuh, Tim Sar Masih Lakukan Pencarian Wisatawan Batam MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Tim Search And Rescue (SAR) akan terus melakukan pencarian terhadap Kiatwansyah, wisatawan asal Batam yang hilang di perai...
KPU Papua Barat: Daftar Sementara Caleg ada 600 Orang MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua Barat menetapkan 600 orang dalam daftar calon sementara (DCS) yang maju memperebutkan...
12 Penyelam Dikerahkan Cari Wisatawan Batam di Manokwari MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 12 penyelam dikerahkan untuk mencari wisatawan asal Batam, Kepulauan Riau yang hilang saat menyelaman di perairan...
Penyelam asal Batam Dilaporkan Hilang di Pulau Mansinam NANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Seorang penyelam dari Batam, Kepulauan Riau dilaporkan hilang saat melakukan penyelaman di perairan Pulau Mansinam Manokwa...
KPU Sorong: 7.024 Penduduk Belum Memiliki E-KTP SORONG, TAJUKTIMUR.COM - Ribuan penduduk Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya saat Pemilihan Um...
Kanal: Papua Barat