Loading...

Hingga hari Ketujuh, Tim Sar Masih Lakukan Pencarian Wisatawan Batam

MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM – Tim Search And Rescue (SAR) akan terus melakukan pencarian terhadap Kiatwansyah, wisatawan asal Batam yang hilang di perairan Pulau Mansinam hingga hari ketujuh.

Kepala Kantor Pencarian dan Petolongan/Basarnas Manokwari, George Leo Mercy Randang di Manokwari, Minggu, mengatakan, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polda Papua Barat, Satpol Air Polres Manokwari, Komunitas Selam Universitas Papua (Unipa), Komunitas Molo, serta Palang Merah Indonesia(PMI) serta tim penyelam dari kapal Kurabesi Explorer sudah berusaha optimal.

“Kami belum berhasil menemukan korban hingga hari ketiga ini. Hari ini pencarian kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan besok pagi (Senin 13/8),” kata George.

Proses pencarian pada Minggu (12/8) sudah diperluas untuk menelusuri keberadaan korban. Rapat evaluasi pun sudah dilakukan untuk menentukan tindakan pada proses pencari dihari keempat.

Ia menyebutkan, dalam upaya pencarian di dasar laut tim sudah melakukan pencarian hingga kedalaman 30 meter. Penyelam profesional dari berbagai instansi terlibat dalam upaya ini.

Menurutnya tim terus berusaha maksimal baik dari kantor SAR, Polri maupun komunitas lain. Tim penyelam dari Kapal Kurabesi Explorer masih terlibat aktif dalam pencarian ini.

“Hari ini keluarga korban datang, beliau melihat langsung proses pencarian serta ikut juga dalam evaluasi yang kami lakukan bersama seluruh tim,” ujarnya lagi.

Seperti sebelumnya, selain pencarian di dasar laut. Tim mobile permukaan pun terus melakukan penyisiran secara bergantian.

“Kami juga menyisir pantai. Peta pencarian hari ini diperluas, pencarian di dasar, permukaan termasuk pesisir pantai,” sebut George.

Pencarian kemarin, lanjutnya, dilakukan pada radius 700 meter dari bibir pantai Pulau Mansinam. Seperti sebelumnya, tim dibagi dalam beberapa regu untuk melakukan pencarian di berbagai arah.

Sesuai standar operasi pelaksanaan, pencarian akan dilakukan hingga hari ketujuh setelah kejadian tersebut. Jika belum ditemukan dalam tujuh hari tindakan selanjutnya hanya bersifat monitoring.

“Kami sudah sebarkan informasi kepada  masyarakat, nelayan di seluruh wilayah Manokwari. Kalau melihat atau menemukan korban tolong segera sampaikan ke kami,bisa juga ke pos polisi terdekat,” ujarnya.

Dari proses pencarian selama ini pihaknya terus melakukan evaluasi George berharap, korban segera ditemukan sebelum masa pencarian berakhir.

Berita Lainnya
Gubernur Papua Barat Serahkan Bantuan Perlengkapan Usaha Perdagangan SORONG, TAJUKTIMUR.COM - Pembangunan perekonomian bagi masyarakat di Provinsi Papua Barat harus dila...
29 Kampung di Teluk Wondama Segera Nikmati Penerangan WASIOR, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 29 Kampung di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, segera menikma...
Titik BBM Satu Harga Misool Resmi Beroperasi di Raja Ampat RAJA AMPAT, TAJUKTIMUR.COM - Pertamina bersama dengan Dewan Energi Nasional (DEN) dan Ditjen Migas ...
Pemkab Sorong Komitmen Beri Pelayanan Kesehatan SORONG, TAJUKTIMUR.COM - Kesehatan bagi masyarakat menjadi komitmen dasar dalam memenuhi kebutuhan p...
Rakernas MUI di Raja Ampat akan Dibuka Jokowi MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Raker...
Kanal: Papua Barat