Loading...

Masyarakat terpencil di Teluk Wondama Keluhkan Pendidikan

WASIOR, TAJUKTIMUR.COM – Masyarakat yang ditinggal di daerah terpencil yakni Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengeluhkan buruknya pelayanan pendidikan di wilayah tersebut.

Aktivitas belajar mengajar pada sekolah-sekolah di daerah perbatasan Teluk Wondama dan Teluk Bintuni ini sering libur lantaran para guru tidak berada di tempat.

Adolf Wekaburi, tokoh masyarakat Kampung Werabur di Nikiwar Sabtu, mengaku prihatin atas kondisi pendidikan di wilayahnya. Ia khawatir akan masa depan anak-anak mereka.

“Saya menyesal dengan pendidikan ini. anak-anak di ibukota distrik ini terlantar (karena guru jarang bertugas),“ kata Adolf.

Kepala Distrik Nikiwar Agustinus Ruhukail juga melaporkan bahwa beberapa gedung SD di Nikiwar dalam kondisi rusak berat sehingga butuh penanganan secepatnya.

Ia menyebutkan, Distrik Nikiwar mencakup lima kampung yakni Werabur, Werianggi, Tamoge, Kurei dan Mamisi.

“Untuk pendidikan, SD di Mamisi gedung sudah rusak jadi butuh rehab berat. SD Werianggi dan SD Werabur juga rusak berat semua jadi kami mohon diperhatikan,“ kata Ruhukail.

Pada kunjungan Bupati Teluk Wondama, Bernadus Imburi belum lama ini ke Nikiwar, warga pun menyampaikan kondisi tersebut dihadapan bupati.

Dalam kesempatan itu, pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, O. Mariai mengakui pendidikan di Distrik Nikiwar selama ini belum berjalan baik. Dia menyebut rendahnya etos kerja guru menjadi penyebab utama.

“Pendidikan di sini tidak jalan karena faktor kelalaian dan kemalastahuan (dari guru). Yang kedua faktor pengawasan yang lemah, tidak melekat, tidak kuat maka (mental) petugas seperti ini, “ kata Mariai.

Persoalan lain yang dihadapi adalah keterbatasan guru. Rata-rata SD di Nikiwar selama ini hanya diasuh oleh dua atau paling banyak tiga orang guru PNS. Sisanya adalah tenaga honorer lulusan SMA/SMK.

“Guru-guru di sini semua dari PGAK (Pendidikan Guru Agama Kristen). Maka tahun ini sejumlah guru (guru agama) kita kirim untuk pembina kurikulum untuk penguasaan materi dan taktik pembelajaran,“ ujar Mariai.

Berita Lainnya
Bawaslu Kota Sorong Sosialisasi Pengawasan Pemilu SORONG, TAJUKTIMUR.COM - Bawaslu Kota Sorong, Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan sosialisasi pe...
Gubernur Dominggus: 86 Persen wilayah Papua Barat terang MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyatakan saat ini 86 persen w...
Ribuan Warga Papua Barat Deklarasikan Keselamatan Berkendara SORONG, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 30 ribu kaum milenial menghadiri Millennial Road Safety Festival d...
Warga Wasior di Teluk Wondama Khawatir Banjir Susulan WASIOR, TAJUKTIMUR.COM - Warga Wasior Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat masih khawatir dan mewasp...
Banjir di Wasior, Ratusan Warga Bertahan Di Pengungsian WASIOR, TAJUKTIMUR.COM - Ratusan warga korban banjir dari Kampung Rado, Distrik Wasior, Kabupaten Te...
Kanal: Papua Barat