Loading...

Papua Barat Siap Kembangkan Perkebunan Kopi

MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM – Pemerintah Provinsi Papua Barat berencana mengembangkan perkebunan kopi untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam di daerah tersebut.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan di Manokwari, Kamis, mengatakan, kopi masuk dalam daftar komoditas unggulan pada sektor perkebunan Papua Barat. Beberapa komoditas lain diantaranya kakao, pala, sagu, pinang, kelapa dan kepala sawit

“Pengembangan seluruh komoditas tersebut sudah terakomodir dalam Rencana Strategis Pembangunan Provinsi Papua Barat,” kata gubernur.

Ia menyebutkan, angka kemiskinan di daerah ini masih tinggi. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam dilaksanakan untuk mengangkat derajat hidup masyarakat.

Terkait hal tersebut, tahun lalu gubernur mengajukan sejumlah program pada sektor perkebunan kepada pemerintah pusat. Usulan gubernur direspon positif oleh Kementerian Pertanian melalui program rehabilitasi, intensifikasi serta perluasan lahan perkebunan.

“Pengembangan komoditas-komoditas ini dilaksanakan secara bertahap dan tersebar di sejumlah daerah berdasarkan potensi masing-masing. Untuk kopi kita akan kembangkan di Pegunungan Arfak yang cocok, komoditas lain seperti kakao di Manokwari, Manokwari Selatan dan Sorong,” kata dia lagi.

Mantan bupati Manokwari ini mengutarakan, program pengembangan perkebunan ini diperuntukan bagi masyarakat. Ia berharap para pemangku kepentingan terutama pemilik hak ulayat mendukungnya.

Selain itu, gubernur mengimbau, dalam pengembangan sektor perkebunan masyarakat dan instansi terkait memperhatikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan baik darat maupun dampaknya bagi ekosistem perairan laut.

“Papua Barat sudah dicanangkan sebagai provinsi konservasi dan peraturan daerah tentang pembangunan berkelanjutan segera dibahas dan disahkan di DPR. Seluruh aspek pembangunan termasuk pada sektor perkebunan harus selaras dengan program konservasi,” kata dia lagi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Papua Barat Yacob Fonataba pada kesempatan sebelumnya mengungkapkan, program rehabilitasi, intensifikasi dan perluasan lahan kakao sudah dilaksanakan di Manokwari. Dalam tersebut petani juga memperoleh bantuan bibit, pupuk hingga biaya penanaman.

Untuk pengembangan pala dilaksanakan di Kabupaten Fakfak dan Kaimana. Petani di dua daerah ini memperoleh program rehabilitasi dan perluasan lahan pala dengan luas secara keseluruhan mencapai 1.350 hektare.

“Raja Ampat memperoleh program perluasan lahan kelapa seluas 240 hektar. Ini bagus untuk mendukung pariwisata, penyerahan bibitnya akan dilaksanakan pekan pertama bulan ini,” sebut Fonataba.

Berita Lainnya
Gubernur Dominggus: 86 Persen wilayah Papua Barat terang MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyatakan saat ini 86 persen w...
Ribuan Warga Papua Barat Deklarasikan Keselamatan Berkendara SORONG, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 30 ribu kaum milenial menghadiri Millennial Road Safety Festival d...
Warga Wasior di Teluk Wondama Khawatir Banjir Susulan WASIOR, TAJUKTIMUR.COM - Warga Wasior Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat masih khawatir dan mewasp...
Banjir di Wasior, Ratusan Warga Bertahan Di Pengungsian WASIOR, TAJUKTIMUR.COM - Ratusan warga korban banjir dari Kampung Rado, Distrik Wasior, Kabupaten Te...
Pemkab Teluk Wondama bagikan 70 sapi untuk Petani WASIOR, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, tahun ini akan membagikan ...
Kanal: Papua Barat