Loading...

Pengembangan Pariwisata Papua Barat Berbasis Kawasan

MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM — Pemerintah Provinsi Papua Barat mengembangkan sektor pariwisata berbasis kawasan dengan mempertimbangkan potensi sumber daya alam serta budaya masyarakat setempat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Sergius Rumsayor di Manokwari, Rabu, mengatakan, obyek pariwisata di daerah ini tidak hanya Raja Ampat. Pemerintah daerah saat ini sedang berupaya mengembangkan pariwisata di daerah lain.

Dinas Pariwisata saat ini sedang merancang konsep pengembangan obyek wisata Teluk Triton Kaimana, Pegunungan Arfak, Gunung Botak di Manokwari Selatan, wisata air panas dan penyu belimbing di Tambrauw serta wisata bahari di Kabupaten Teluk Wondama

‘’Kita menyiapkan konsep pembangunan kepariwisataan bertanggungjawab dan berkelanjutan didukung secara ekologis, layak secara ekonomi, adil secara etika dan berkeadilan sosial terhadap masyarakat,’’ kata Sergius.

Pembangunan kepariwistaan lanjut Sergius, berbasis masyarakat, memberikan kesempatan pada masyarakat lokal untuk mengontrol dan terlibat langsung dalam pengelolaan dan pembangunan pariwisata.

‘’Pembangunan kepariwisataan komprehensif, terpadu antar sektor, antar stakeholder,’’ kata dia lagi.

Strategi pengembangan destinasi pariwisata Papua Barat meliputi, pengembangan Kawasan Pariwisata Alam (KPA) pulau-pulau kecil di Raja Ampat, KPA Pegunungan wilayah Manokwari, Kawasan Pariwisata Budaya Fakfak dan Kaimana, pengembangan Kawasan Pariwisata Perkotaan Sorong, ekowisata alam dan budaya.

‘’Daya  tarik kawasan pariwisata alam bahari pulau-pulau kecil di antaranya, panorama alam, pasir putih, gua, tebing-tebing karang, pulau karst, mangrove. Daya tarik pendukungnya, tari tradisional dan kesenian suling tambur, kerajinan anyaman dan ukir,’’ jelasnya.

Ia menambahkan, Papua Barat sudah dicanagkan sebagai provinsi konservasi pada tahun 2015. Pariwisata dinilai sebagai sektor unggulan untuk mendukung program konservasi.

“Usaha yang paling aman adalah jasa lingkungan melalui konsep pariwisata. Tidak ada eksploitasi sumber daya alam disisi lain pendapatan tetap ada dan tentu multi player efect terhadap pertumbuhan usaha masyarakat cukup besar,” pungkasnya.

Berita Lainnya
Hingga hari Ketujuh, Tim Sar Masih Lakukan Pencarian Wisatawan Batam MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Tim Search And Rescue (SAR) akan terus melakukan pencarian terhadap Kiatwansyah, wisatawan asal Batam yang hilang di perai...
KPU Papua Barat: Daftar Sementara Caleg ada 600 Orang MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua Barat menetapkan 600 orang dalam daftar calon sementara (DCS) yang maju memperebutkan...
12 Penyelam Dikerahkan Cari Wisatawan Batam di Manokwari MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 12 penyelam dikerahkan untuk mencari wisatawan asal Batam, Kepulauan Riau yang hilang saat menyelaman di perairan...
Penyelam asal Batam Dilaporkan Hilang di Pulau Mansinam NANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Seorang penyelam dari Batam, Kepulauan Riau dilaporkan hilang saat melakukan penyelaman di perairan Pulau Mansinam Manokwa...
KPU Sorong: 7.024 Penduduk Belum Memiliki E-KTP SORONG, TAJUKTIMUR.COM - Ribuan penduduk Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya saat Pemilihan Um...
Kanal: Papua Barat