Loading...

Polda bersama KPU Papua Barat gelar simulasi pencoblosan

MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM – Kepolisian Daerah (Polda) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat menggelar simulasi pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) di Manokwari, Sabtu.
Ketua KPU Papua Barat, Amus Atkana, disela kegiatan tersebut mengatakan, simulasi ini bertujuan untuk mendeteksi potensi kerawanan di tempat pemungutan suara (TPS). Sejumlah adegan diperankan untuk mengenal ancaman yang mungkin muncul saat pencoblosan berlangsung.

“Pemilih membutuhkan waktu sekitar empat menit selama berada di bilik dengan jumlah surat suara yang begitu banyak dari capres, DPRRI, DPDRI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota,” kata Amus.

Ia optimistis, masyarakat tidak akan kesulitan untuk melakukan pencoblosan, termasuk penyandang disabilitas dan buta aksara. Bagi pemilih khusus, panitia pemungutan suara (PPS) menyiapkan pendamping.

Secara keseluruhan, pada simulasi ini terdapat 11 adegan yang diperagakan. Selain proses pencoblosan bagi penyandang disabilitas dan buta aksara, pihaknya juga memperagakan sejumlah kasus yang berpotensi terjadi pada Pemilu ini.

“Seperti pemilih yang sudah mencoblos di TPS lain tapi mencoba untuk mencoblos lagi, juga pemilih yang tidak masuk dalam daftar pemilih tetap tapi dia terbukti sebagai warga setempat,” ujarnya seraya menambahkan, degan lain yang diperagakan, yakni terkait keputusan KPPS dalam menyikapi surat suara sisa.

Atkana menegaskan, surat suara sisa tidak boleh dibagi kepada saksi para peserta pemilu. Melainkan harus dikembalikan kepada KPU agar tidak dimanfaatkan untuk praktik kecurangan.

Melalui simulasi ini, lanjut Amus, Polda ingin memperoleh gambaran tentang hal-hal yang mungkin terjadi di TPS. Ini sebagai upaya Polri dalam melakukan pengamanan Pemilu.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja pada kesempatan itu mengatakan, hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah alur distribusi logistik pemilu. Aksesibitas transportasi di sejumlah daerah masih terganggu dan membutuhkan perhatian dari instansi terkait.

“Seperti ruas jalan Manokwari-Bintuni, ada satu titik yang kondisinya rusak parah. Tiga hari lalu mobil pengangkut surat suara dari Manokwari menuju Bintuni terkendala di situ,” kata Kapolda.

Pada simulasi ini, Kapolda pun mengajak seluruh Kapolres untuk menyaksikan seluruh proses dan dinamika selama di TPS yang diperagakan pada kegiatan tersebut. Kapolda berharap, seluruh personil pengamanan sigap dalam mencegah kerawanan

Berita Lainnya
Penumpang KM Ciremai Lompat ke Laut SORONG, TAJUKTIMUR.COM - KM Ciremai dari Manokwari hendak sandar di pelabuhan Kota Sorong, Papua, Sa...
Oke Jack Segera Beroperasi di Manokwari MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Oke Jack akan segera beroperasi di Manokwari, Papua Barat dan pekan depa...
Kemenpan-RB: PNS korup harus diberhentikan tidak hormat MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen...
KKP Gelar FGD Rencana Kawasan Strategis Nasional Raja Ampat WAISAI, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Kelautan Perikanan Republik Indonesia bersama pemerintah kabupa...
KPU Wondama kekurangan bilik dan kotak suara WASIOR, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, masih men...
Kanal: Papua Barat