Loading...

Wagub Mohamad Lakotani Ingin Layanan Kesehatan Papua Barat Merata

ANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM – Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani menginginkan layanan kesehatan di daerah tersebut merata di seluruh wilayah dan benar-benar sampai kepada masyarakat.

Pada upacara perayaan hari Kesehatan Nasional di Manokwari, Wagub Lakotani menyebutkan, penyakit malaria masih menjadi ancaman cukup besar di daerah tersebut. Dinas Kesehatan diminta bekerja lebih ekstra menekan kasus malaria di setiap daerah.

“Secara umum memang angka kasus malaria di Papua Barat mengalami penurunan, namun kita jangan berbangga hati setelum bisa mewujudkan Papua Barat Zero Malaria,” katanya.

Dari 13 kabupaten kota di Papua Barat, 12 diantaranya memiliki ancaman serius kasus malaria. Upaya pemberantasan harus dilakukan secara terintegrasi antar kabupaten.

Kabupaten Teluk Bintuni dan Sorong Selatan, lanjut Lakotani, merupakan dua daerah yang sudah cukup berhasil menekan angka kasus malaria. Pola penanganan di dua daerah ini dinilai bisa mejadi contoh bagi daerah lain.

“Tadi kita melepas tim kesehatan untuk melakukan pemberantasan malaria di Manokwari Selatan. Ini langkah bagus untuk mendukung Teluk Bintuni yang sudah berhasil melaksanakan program eliminasi malaria,” ungkap Mohamad Lakotani.

Selain malaria, Lakotani mengimbau Dinas Kesehatan juga memperhatian kasus penyakit lainya. Deteksi dan penanganan harus dilakukan cepat dan tepat, terutama untuk kasus penyakit menular.

“Layanan kesehatan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia). Selain itu juga pendidikan serta program pemberdayaan lainya,” jelasnya.

Terkait layanan kesehatan, ujarnya menambahkan, Dinas Kesehatan provinsi diharapkan melakukan koordinasi rutin dengan kabupaten kota. Hal-hal yang tidak bisa dilakukan pemerintah kabupaten/kota diharapkan bisa dilaksanakan provinsi.

“Kalau provinsi juga tidak bisa melakukan, kita ajukan kepada pemerintah pusat. Tapi sebaiknya, kita optimalkan dulu potensi di daerah, kalau sudah benar-benar tidak bisa baru mengadu ke pusat,” ungkap wagub.

Berita Lainnya
Ratusan Guru di Teluk Wondama belum Bersertifikat WASIOR, TAJUKTIMUR.COM - Ratusan guru di wilayah Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, belu...
Kemendes dan PDT Kembangkan Agrowisata Kampung Dusner Teluk Wondama WASIOR, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes dan PDT) akan...
Wabup Indubri: 10,79 Persen APBD Teluk Wondama untuk Pendidikan WASIOR, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat mengalokasikan 10,79 persen...
Kemendag Jamin Harga Bahan Pokok di Papua Barat Terkendali SORONG, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Perdagangan menjamin harga serta stok bahan pokok atau bapok di...
Gempa 4,3 SR Guncang Manokwari, Tidak Berpotensi Tsunami MANOKWARI, TAJUKTIMUR.COM - Wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (8/12) diguncang gempa b...
Kanal: Papua Barat