Loading...

454 Seniman Meriahkan Pesta Budaya Asmat ke-33

ASMAT, TAJUKTIMUR.COM – Sebanyak 454 seniman lokal terlibat aktif memeriahkan Festival Pesta Budaya Asmat ke-33 tahun 2018 yang berpusat di Lapangan Yos Sudarso, Kota Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Acara tahunan itu secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Thomas Eppe Safanpo yang didampingi dan Uskup Agats Mgr Aloysius Murwito OFM pada Jumat (5/10) sore.

Wakil Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo mengatakan penyelenggaraan Pesta Budaya Asmat merupakan bentuk komitmen pemerintah setempat untuk melestarikan budaya, kearifan lokal dan potensi wisata di daerah tersebut.

Ia pun mengajak masyarakatnya agar tetap menjaga dan melestarikan budaya Asmat sehingga dapat diwariskan kepada generasi penerus. Masyarakat juga diajak untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan budaya, seperti pesta budaya Asmat yang diselenggarakan setiap tahun.

“Penyelenggaraan pesta budaya ini semata-mata untuk menjaga kearifan budaya Asmat yang diwariskan oleh leluhur kita. Melalui iven ini kita lebih termotivasi untuk merawat dan melestarikan budaya,” kata Thomas.

Orang nomor dua di Kabupaten Asmat itu mengatakan pesta budaya Asmat pertama kali diselenggarakan pada tahun 1981 oleh para misionaris. Beberapa tahun kemudian, pemerintah setempat bekerja sama dengan Keuskupan Agats dalam penyelenggaraan acara tersebut.

“Kerja sama itu terjalin sampai dengan saat ini. Pemerintah mendukung pelaksanaan pesta budaya demi menjaga dan melestarikan budaya Asmat,” ujarnya.

Uskup Agats Mgr Aloysius Murwito OFM mengatakan Pesta Budaya Asmat ke-33 bertajuk Lagu adalah Nyawa Pesta di Asmat memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Asmat.

“Pesta budaya Asmat selalu dimeriahkan dengan tari-tarian, nyanyian serta tampilan hasil karya seni seperti patung ukiran dan anyaman. Tifa, nyanyian dan ukiran merupakan tiga unsur budaya orang Asmat,” kata Uskup Agats.

Ia mengajak masyarakat agar tetap menjaga dan mempertahankan budaya leluhur sehingga nilai-nilai budaya tersebut dapat dilanjutkan oleh generasi penerus.

Ketua Panitia Pesta Budaya Asmat ke-33 Emerickhus Sarkol mengatakan acara tahunan itu diikuti 454 seniman lokal, yang terdiri dari 214 pengukir, 75 penganyam, 90 penari dan 75 orang pendayung perahu.

Pembukaan Pesta Budaya Asmat ke-33 dihadiri anggota Komisi 9 DPD RI Krisna Mukti, staf perwakilan Kementerian Dalam Negeri Etdgar Rakansa dan Adriani Lelong, perwakilan Kementrian Sosial dan sejumlah pejabat Provinsi Papua.

Berita Lainnya
Papua Gunakan Sistem Noken dalam Pemilu 2019 JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 12 kabupaten di Papua, dalam pemilu 17 April mendatang masih men...
PMI Percepat Penanggulangan Bencana Banjir di Sentani JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Palang Merah Indonesia (PMI) berupaya mempercepat penanggulangan bencana ...
BSMI: Warga Sentani Masih Perlu Bantuan Hidup Dasar TAJUKTIMUR.COM, Sentani -- Korban banjir besar di Sentani, Papua masih membutuhkan bantuan kehidupa...
Ini Usulan Langkah Strategis Selesaikan Konflik Separatis di Papua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Serangan kelompok separatis bersenjata di Papua kembali menelan korban 3 o...
KKB Kembali Menyerang, Ini Penjelasan Kapuspen TNI JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi mengatakan pasukan ...
Kanal: Papua