Loading...

AJI Tuntut Transparansi Proses Hukum Pengeroyok Wartawan Timika

JAYAPURA (TAJUKTIMUR.COM) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura, Papua, menuntut transparasi dalam proses hukum terhadap oknum-oknum polisi yang mengeroyok wartawan okezone.com di Timika, Kabupaten Mimika, Saldi Hermanto hingga babak belur.

Ketua AJI Kota Jayapura Everth Joumilena di Jayapura, Minggu, mengemukakan proses pemeriksaan hukum harus transparan dan diketahui publik secara luas.

“AJI meminta agar bukan saja sanksi kode etik bagi para pelaku yang terlibat aksi pengeroyokan terhadap wartawan Saldi tetapi juga ada tindak pidananya,” ujarnya.

Selain itu, para pelaku tindak pidana penganiayaan itu juga harus dikenakan sanksi terberat yakni dipecat karena perbuatan mereka tidak mencerminkan aparat kepolisian sebagai pengayom masyarakat.?

Hal serupa juga disampaikan Koordinator Advokasi AJI Jayapura Fabio Costa.

Menurut Fabio, AJI Jayapura telah berkoordinasi dengan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar terkait masalah ini dan beliau berjanji akan memproses hukum para pelaku.

Jangan sampai hanya bicara di publik akan proses hukum, namun kenyataan di lapangan malah melindungi oknum-oknum polisi yang tidak mencerminkan sikap melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat.

Kapolres Mimika Enggan Sebutkan Identitas Polisi Pengeroyokan

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Kamal mengungkapkan bahwa oknum-oknum polisi dari Satuan Dalmas Polres Mimika yang mengeroyok Saldi Hermanto, wartawan okezone.com pada Sabtu (11/11) malam, telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polres Mimika, Papua.

“Lima anggota Sabhara masih menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Mimika. Sementara oknum anggota Dalmas yang melakukan pengeroyokan terhadap saudara Saldi Hermanto telah diamankan di Polres Mimika,” kata Kamal.

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon berhasil ditemui wartawan dan dimintai konfirmasi perihal identitas polisi yang melakukan pengeroyokan wartawan Okezone dan juga menjabat sebagai redaktur di harian pagi Salam Papua di Timika, Sabtu (11/11) malam, Ia enggan menyebutkan identitas (inisial atau nama dan pangkat) oknum-oknum polisi yang terlibat.

“Sementara ini masih kita interogasi dulu, resminya kita `share`,” kata Kapolres beralasan.

(and/dwisan/ttcom)

Berita Lainnya
Sandiaga: Kami Berkomitmen untuk tidak Mengambil Gaji se-rupiah pun JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno me...
Lembaga Penyiaran Diminta Ikuti Aturan Main di Masa Tenang Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Memasuki hari masa tenang Pemilu 2019, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) me...
Habib Rizieq Shihab Sampaikan 10 Alasan Prabowo-Sandi Disambut Rakyat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menyampaika...
Papua Gunakan Sistem Noken dalam Pemilu 2019 JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 12 kabupaten di Papua, dalam pemilu 17 April mendatang masih men...
Massa Pendukung 02 Siap #PutihkanGBK, Polisi Siapkan Rekayasa Lalulintas JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pihak kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) untuk menghindari...
Kanal: Headline Papua