Loading...

Akui Kekeliruan, KPU Mimika Minta Maaf ke Pasangan ‘OmTob’

JAYAPURA (TAJUKTIMUR.COM) – Komisioner Komisi Pemilihan Umum Mimika, Papua, meminta maaf kepada pasangan calon bupati-wakil bupati Mimika Eltinus Omaleng-Johannes Rettob (OmTob) pada sidang kode etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekeliruan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Kami hanya manusia biasa. Kalau ada kesalahan dalam penafsiran tentang aturan-aturan maupun undang-undang, kami kembalikan kepada majelis yang mulia,” kata Komisioner KPU Mimika Alfrets Petupetu di Kantor Bawaslu Papua di Jayapura, Kamis.

KPU Mimika juga mengapresiasi langkah hukum yang ditempuh pasangan Eltinus Omaleng-Johannes Rettob (OmTob) baik ke DKPP, Panwaslu, maupun Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) di Makassar terkait penetapan pasangan calon bupati-wakil bupati Mimika yang berhak mengikuti tahapan Pilkada Serentak 2018.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena pengadu (pasangan Eltinus Omaleng-Johannes Rettob) selalu menempuh jalur hukum apapun itu baik di DKPP, Panwaslu dan lainnya. Ini kita harus jaga bersama,” ujar Petupetu.

Sidang kode etik terhadap lima komisioner KPU Mimika dipimpin oleh majelis DKPP yang terdiri atas Dr Alfitra Salamm selaku ketua dengan anggota Marthen Fery Kareth dan Fegie Watimena (Ketua Bawaslu Provinsi Papua).

Dari pihak pengadu hadir Johannes Rettob selaku calon wakil bupati Mimika yang berpasangan dengan Eltinus Omaleng, kuasa hukum pasangan OmTob Ruben Hohakay dan Ketua Tim Pemenangan OmTob Rizal Pata`dan.

Dari pihak teradu hadir lima komisioner KPU Mimika yaitu Ocepina T Magal selaku ketua dengan empat orang anggotanya yaitu Alfrets Petupetu, Yoel Louis Rumakewi, Derek Motte dan Reinhard Gobay. Turut hadir pihak terkait tiga komisioner Panwaslu Mimika yaitu Tony Lehander Agapa (ketua) dan dua orang anggotanya yaitu Imelda Rosita Ohee dan Yohanes Wato.

Pasangan Eltinus Omaleng-Johannes Rettob mengadukan lima komisioner KPU Mimika ke DKPP lantaran dinilai telah bertindak tidak profesional dalam menyelenggarakan tahapan Pilkada Mimika 2018.

Pasangan Eltinus Omaleng-Johannes Rettob yang diusung oleh koalisi sembilan partai politik di Kabupaten Mimika dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk ikut berkompetisi pada Pilkada Mimika 2018.

Pihak KPU Mimika saat menggelar rapat pleno penetapan paslon bupati-wakil bupati Mimika bertempat di Hotel Grand Alison Sentani, Jayapura, pada 18 Februari menilai ijazah SMP calon bupati Eltinus Omaleng dari Sekolah SMP Wolio Ujung Pandang tidak dapat diverifikasi lantaran sekolah itu sudah ditutup.

Atas keputusan KPU Mimika tersebut, pasangan Eltinus Omaleng-Johannes Rettob menempuh upaya hukum melalui majelis musyawarah Panwaslu Mimika.

Namun dalam keputusannya pada Senin (5/3), majelis musyawarah Panwaslu Mimika memerintahkan KPU Mimika untuk melakukan verifikasi faktual forensik ijazah SMP Eltinus Omaleng.

Hingga kini KPU Mimika belum melakukan perintah Panwaslu Mimika tersebut.

Informasi yang dihimpun, pasangan Eltinus Omaleng-Johannes Rettob telah mendaftarkan gugatan terhadap keputusan KPU Mimika Nomor 05/HK.03.1-Kpt/9109/KPU-Kab/II/2018 tanggal 18 Februari 2018.

(as)

Berita Lainnya
Kementerian Pariwisata Gelar Crossborder Festival di Keerom KEEROM, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Pariwisata menggelar Festival Crossborder di Kabupaten Keerom,...
Presiden Resmikan Monumen Kapsul Waktu di Merauke JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo mengawali kegiatan kunjungan kerja di Provinsi Papua...
PJN Belum Proteksi Kawasan Longsor di Jalan TransPapua WAMENA, TAJUKTIMUR.COM - Pelaksana Jalan Nasional (PJN) I Jayapura, Provinsi Papua, belum memproteks...
1300 Personil Gabungan Siap Amankan Kunjungan Presiden di Merauke MERAUKE, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 1.300 Personil gabungan dipersiapkan untuk pengamanan V-V-I-P kun...
Kemendikbud Dorong Pemberantasan Buta Aksara di Papua ASMAT, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong partisipasi pe...
Kanal: Papua Pilkada