Loading...

Anak-anak Muda Papua Mulai Galang Bantuan Untuk Gizi Buruk Di Asmat

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM), – Krisis pangan dan gizi yang terjadi di suku Asmat-Papua baru-baru ini memotivasi masyarakat untuk berinisiatif melakukan aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana bantuan yang diperuntukkan khusus memenuhi kebutuhan  gizi bagi anak-anak dan balita di tanah Papua, terutama suku Asmat dan sekitarnya yang kini tengah terjadi busung lapar dan darurat gizi.

Seperti yang dilakukan oleh sekelompok remaja asal Papua dan luar Papua yang bergabung dalam Curly Angels Community, berusaha menggalang dana dengan menggelar aksi kemanusiaan di Jakarta.

Rencananya selama dua minggu kedepan aksi kemanusiaan tersebut akan terus diselenggarakan diberbagai tempat, seperti di pusat kegiatan kota (jalan-jalan utama), moment car free day, komunitas dan lain-lain.

Kelompok muda-mudi Curly Angels Community yang mayoritas remaja asal Papua dan tinggal di Jakarta ini pun tak segan-segan menjual sticker peduli anak Asmat seharga Rp 15 ribu perlembar kepada setiap pengguna jalan yang melintas disekitar patung kuda (depan gedung Indosat-Monas). Sembari menawarkan lembaran sticker, mereka juga membentangkan spanduk putih bercap telapak tangan warna biru  tanda dukungan kemanusiaan untuk anak-anak Asmat. Bahkan salah seorang peserta aksi menari dijalan untuk mendapat perhatian massa yang melintas.
Menurut ketua Curly Angels Community, Ellen Rachel Aragay,   masih ada 600 – an anak di pedalaman suku Asmat dan sekitarnya yang mengalami busung lapar akibat gizi buruk, dan kini nyaris mencapai 70 anak balita yang meninggal dunia akibat ke kurangan gizi. Kondisi tersebut justru menimbulkan pertanyaan tersendiri mengingat dana kesehatan yang dialokasikan oleh Pemda Papua mencapai Rp 106 miliar. Dana yang diambil dari dana otsus itu harusnya diselenggarakan untuk kesehatan masyarakat di Papua.
Faktor terpencilnya daerah dan tidak adanya daratan untuk tempat pesawat mendarat menjadi hal utama sulitnya pelayanan kesehatan masyarakat suku Asmat dan sekitarnya sulit terpenuhi, sebab umumnya daratan yang ada masih berupa tanah rawa. Jika pun harus menggunakan pesawat kecil jenis komersil setidaknya dibutuhkan Rp 75 juta untuk satu perjalanan.
“Sekarang ini pesawat tidak bisa landing karena kondisi tanah pedalaman yang berawa, ini menyulitkan distribusi dan pelayanan kesehatan yang seharusnya diberikan kepada masyarakat”, ujar Ketua Curly Angels Community, Ellen Rachel Aragay ditengah Tengah aksi nya yang membagi-bagikan sticker di sekitar patung kuda jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat (Senin, 29/01/2018).

Dengan aksi ini, warga Jakarta diharapkan mau membantu kesulitan yang tengah dialami anak-anak Papua.

  • “Kami (suku Asmat) berada pada garis kemiskinan, kami yakin warga Jakarta mau membantu kami dengan membeli sticker yang kami jual se harga Rp 15 ribu/lembar
    Dengan membeli sticker kami bapak/ibu sudah membantu kami.
    Bantulah kami, anak-anak Suku Asmat yang membutuhkan susu dan gizi baik”, demikian kalimat yang dilontarkan oleh salah seorang penggalang dana dari mobil orasi nya.
Berita Lainnya
Ini Respons Polda Papua Soal Beredarnya Isu Warga Sipil Tewas JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Beredar kabar sejumlah warga sipil Papua tewas, akibat kontak tembak anta...
KKSB Giring Opini Memojokan TNI-Polri JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Kapendam XVII Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengimbau kepada selu...
Satu Jasad Korban Kelompok Bersenjata Papua Ditemukan JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Tim gabungan TNI dan Kepolisian Indonesia yang dikerahkan dalam operasi p...
Bupati Jayapura Apresiasi Upaya Pelestarian Cagar Alam Cycloop JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengapresiasi upaya pelestarian cagar al...
KKB Ganggu Proses Evakuasi Jenazah TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Infantri Muhammad Aidi, m...
Kanal: Papua