Loading...

Bawaslu: 32.000 Karyawan Freeport Terancam tidak ikut Pemilu 2019

JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM – Anggota Bawaslu Papua Ronald Manoach mengatakan sekitar 32 ribu karyawan PT Freeport Indonesia terancam tidak memilih dalam Pemilu 2019 karena hingga kini belum terdata dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Ribuan karyawan Freeport itu belum terdata dalam DPT Pemilu 2019 karena banyak yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Ia mengatakan, awalnya pihak manajemen beranggapan para karyawan dapat memberikan suaranya dengan suket dan tanda pengenal (ID Card) seperti halnya yang dilakukan pada pemilu sebelumnya.

Oleh karena itu, agar hak suara para karyawan tetap terakomodir maka Bawaslu Papua meminta manajemen melakukan pendataan tentang daerah asal karyawan berdasarkan e-KTP yang dimilikinya, agar yang memiliki e-KTP dapat dimasukkan sebagai pemilh tembahan.

Sementara itu, komisioner KPU Papua yang membidangi data dan informasi Diana Simbiak membenarkan adanya laporan dari Bawaslu tentang dugaan karyawan PT Freeport yang belum terakomodir dalam DPT sehingga KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu membuka pos gerakan melindungi hak pilih yang akan berlangsung hingga 28 Oktober.

Berita Lainnya
Pakar: Jokowi-Prabowo Pilih ‘Main Aman’ di Debat Capres SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Pakar komunikasi politik asal Universitas Airlangga Suko Widodo menilai k...
Bawaslu Kota Sorong Sosialisasi Pengawasan Pemilu SORONG, TAJUKTIMUR.COM - Bawaslu Kota Sorong, Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan sosialisasi pe...
BMKG: Waspada gelombang tinggi di Papua-Papua Barat JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jay...
KPU: Debat Kedua Pilpres Lebih Lancar JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan pelaksanaan d...
Kepala Bappenas: Debat kedua lebih sentuh masalah substansial JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjoneg...
Kanal: Papua Pemilu