Loading...

Bea Cukai: Kepiting Bakau Komoditas Ekspor Potensial Mimika

TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM – Kantor Bea Cukai Amamapare, Timika, Papua, menyatakan kepiting bakau (dalam bahasa lokal dinamakan Karaka) sangat potensial sebagai sumber pemasukan devisa bagi Kabupaten Mimika.

Kepala Kantor Bea Cukai Amamapare I Made Aryana di Timika, Senin, mengatakan ekspor kepiting bakau dari Timika ke sejumlah negara di Asia Tenggara selama ini cenderung meningkat volumenya.

Setiap pekan, kata dia, Kantor Bea Cukai Amamapare menerbitkan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) untuk komoditas hasil laut yaitu kepiting bakau dengan volume sekitar 11.000 kilogram.

“Salah satu hasil laut yang sangat potensial menjadi komoditas ekspor dari Kabupaten Mimika yaitu karaka. Permintaannya cenderung meningkat karena peminatnya sangat tinggi terutama dari Singapura dan Malaysia,” kata Aryana.

Kini, aktivitas ekspor kepiting bakau dari Timika agak terhambat lantaran adanya kebijakan pihak karantina yang mewajibkan eksportir membuat penampungan kepiting bakau yang memenuhi standar.

“Nanti kalau penampungan sudah rampung dan sesuai standar yang dipersyaratkan maka sudah pasti volume ekspor karaka meningkat lagi,” ujarnya.

Menurut dia, meskipun kepiting bakau asal Timika terlebih dahulu harus dikirim ke Denpasar atau Jakarta menggunakan jasa pengiriman udara, namun penerbitan PEB komoditas hasil laut tersebut tetap dikeluarkan oleh Kantor Bea Cukai Amamapare.

“Itu hanya sifatnya transit saja. Nomor PEB-nya kami yang keluarkan dari Bea Cukai Amamapare. Khusus untuk karaka pintu ekspornya sudah langsung dari Timika dan itu sudah menjadi penerimaan devisa untuk Kabupaten Mimika,” kata Aryana.

Terkait kegiatan ekspor kepinting tersebut, ia mengatakan terdapat sejumlah instansi teknis yang terlibat dalam pengawasannya seperti Dinas Perikanan, Karantina Hewan dan Tumbuhan dan lainnya.

Melalui keterlibatan sejumlah instansi teknis dimaksud, Bea Cukai Amamapare memastikan kepiting bakau yang diekspor dari Mimika sudah memenuhi standar kualitas di pasar internasional.

Selain itu, dapat meminimalisasi perdagangan kepiting ukuran kecil dan kepiting jenis betina yang habitatnya perlu dijaga demi keberlangsungan ekosistem kepiting bakau di alam.

Selain kepiting bakau, komoditas hasil laut Mimika yang juga potensial dipasarkan ke luar negeri yaitu ikan kakap putih dan kakap merah yang cukup melimpah di wilayah perairan selatan Papua.

Berita Lainnya
Pemkot Jayapura kerahkan bantuan untuk korban banjir JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah kota Jayapura, Papua mengerahkan bantuan untuk masyarakat yang...
Hujan Deras akibatkan banjir dan tanah longsor di Sebagian Kota Jayapura JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Sejumlah kawasan di Kota Jayapura dan sekitarnya Sabtu pagi terdampak ban...
Kapolres: Seorang anggota KKB ditangkap di Mulia JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Paku Wanimbo, salah seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) ya...
Bupati dan Wakil Bupati Deiyai Terpilih Dilantik, Ini Pesan Lukas Enembe JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Gubernur Papua, Lukas Enembe secara resmi melantik Bupati dan Wakil Bupat...
BMKG: Waspada gelombang tinggi di Papua-Papua Barat JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jay...
Kanal: Papua