Loading...

Bulog: Stok Beras di Papua Aman hingga Tiga Bulan

JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM – Manajemen Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Papua dan papua Barat mengungkapkan kini stok beras program PSO (public service obligation) dan komersil dalam posisi aman hingga mencapai tiga bulan ke depan, atau mampu bertahan hingga Maret 2018.

“Posisi stok beras PSO yang tersedia di masing-masing gudang Bulog Papua dan Papua Barat tercatat 23/701 ton yang tersebar di Papua 18.830 ton dan Papua Barat 4.871 ton,” ujar Kepala Bulog Divre Papua dan Papua Barat Fauzi Muhammad, di Jayapura, Jumat.

Ia mengklaim stok tersebut akan segera diperkuat karena ada rencana pemasukan beras PSO sebanyak 19.500 ton sehingga nantinya stok beras PSO menjadi 43.210 ton atau mampu mencukupi kebutuhan sekitar 4,7 bulan.

Terkait dengan stok beras komersial, ia menyebut kini untuk Papua tersedia stok 292 ton dan Papua Barat 1.015 ton.

Dengan data tersebut ia menjamin pada momen Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, tidak akan ada kelangkaan beras, baik PSO ataupun premium karena kini stoknya terjaga dengan baik.

Fauzi juga menegaskan Bulog selalu siap melakukan intervensi pasar bila menjelang momen tersebut terjadi lonjakan harga bahan pokok.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan memastikan stok bahan pokok di Jayapura dalam posisi aman setelah tim dari kementerian tersebut didampingi perwakilan dari Pemerintah Provinsi Papua melakukan peninjauan ke beberapa lokasi perbelanjaan pada Kamis siang (13/12).

“Alhamdulillah setelah tadi kita lihat di distributor swasta, pasar tradisional dan modern, gudang Bulog, ketersediaannya cukup dan harganya stabil, ujar Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga, Suhanto.

Ia menjelaskan pemerintah sudah berkomitmen bahwa dalam rangka menghadapi hari-hari besar keagamaan, khususnya yang akan dihadapi adalah natal dan tahun baru, kita ingin memastikan kebutuhan pokok masyarakat terjaga stoknya dan harga juga stabil.

Menurut dia momen hari besar keagamaan yang selalu dibarengi dengan adanya peningkatan kebutuhan masyarakat, menjadi perhatian khusus pemerintah untuk menjaga kestabilan harga.

“Ini adalah perintah presiden untuk meyakinkan masyarakat bahwa ketersediaan bahan pokok menjelang natal dan tahun baru dalam posisi aman,” kata dia.

Berita Lainnya
Inalum dan Uncen kerja sama Membangun Papua JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM dan Universitas Cendr...
Banjir Hanyutkan Lima Warga di Sebagian Tolikara JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua menyatakan huja...
BPS: Penduduk Miskin di Mimika Capai 31.175 Jiwa TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika, menyatakan penduduk miskin di...
Kementerian PUPR bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Papua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Program Rumah Khusus (Rusus) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan...
Polisi Sentani-Warga Nendali Sepakat Tolak Hoaks SENTANI, TAJUKTIMUR.COM - Kepolisian Sektor (Polsek) Sentani Timur bersama warga Kampung Nendali Sen...
Kanal: Papua