Loading...

Bupati Lakius Peyon: Jalan TransPapua Bawa Perubahan

WAMENA, TAJUKTIMUR.COM – Bupati Yalimo Provinsi Papua Lakius Peyon mengatakan jalan transPapua sudah membawa perubahan harga kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

Bupati Lakius saat di Elelim, ibu kota Kabupaten Yalimo, Jumat, mengatakan secara umum memang belum begitu terasa sebab jalan trans Papua belum selesai dikerjakan.

Dia mencontohkan semen, sewaktu disuplai dari Wamena (Jayawijaya), dibeli di Elelim sekitar Rp700-Rp800 ribu. Tetapi dengan adanya jalan transPapua, Semen bisa dijual dengan harga Rp500 ribu. Terkadang kita bisa dapat dengan harga Rp350 ribu.

“Setelah jalan transPapua dibuka secara penuh maka pendistribusian barang ke Yalimo semakin banyak dan masyarakat tidak terlalu kesulitan,” katanya.

Walau pengerjaan jalan transPapua belum selesai, ia mengatakan animo masyarakat untuk mendistribusi kebutuhan pokok di sana sangat tinggi.

Mantan wartawan itu mengatakan belum ditetapkan harga enceran tertinggi (HET) untuk kebutuhan di sana pascapembukaan jalan transPapua, namun segera dilakukan.

“Kami belum tetapkan HET untuk barang karena jalan trans Papua belum dibuka secara umum dan tidak menentu. Tatapi kemungkinan pada tahun 2019 kita sudah membuat HET,” katanya.

Berita Lainnya
Pesawat Alfa Trans Tergelincir di Kasonaweja Mamberamo Raya JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Pesawat Alfa Trans Dirgantara dengan kode penerbangan PK-ASE, tergelincir...
Pemkab Nduga Bentuk Tim Pencari Korban KKB WAMENA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Bupati Nduga, Provinsi Papua, Wentius Nimiangge mengatakan pemkab sud...
Pemprov Papua Raih Predikat Kepatuhan dari Ombudsman JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meraih penghargaan 2018 dari Ombudsma...
Wakil Gubernur Papua Klaim Kasus Nduga Murni Kriminal JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengklaim insiden pembunuhan di Kabupa...
Ini Respons Polda Papua Soal Beredarnya Isu Warga Sipil Tewas JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Beredar kabar sejumlah warga sipil Papua tewas, akibat kontak tembak anta...
Kanal: Papua