Loading...

Dinkes Papua Gelar Lokakarya Pengembangan Pusat Malaria

JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM – Dinas Kesehatan Provinsi Papua menggelar lokakarya pengembangan dan pengaktifan pusat malaria di wilayah adat Mamberamo Tami.

Ketua panitia lokakarya dr Beeri Wopari di Jayapura, Senin (3/9/2018) mengemukakan lokakarya pengembangan dan pengaktifan pusat malaria di Papua difokuskan di wilayah regional Mamberamo Tami yang meliputi lima daerah, yakni Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, dan Kabupaten Keerom

Hingga kini, kata dia, Annual Parasit Incidence (API) di lima wilayah itu masih cukup tinggi sehingga perlu pembentukan pusat malaria di satu kabupaten untuk mengontrol upaya penurunan kasus malaria.

Lokakarya pengembangan dan pengaktifan pusat malaria berlangsung selama dua hari, 3-4 September 2018 di salah satu hotel ternama di Tanah Hitam, Abepura, Kota Jayapura.

Beeri menjelaskan lokakarya dilaksanakan karena malaria masih menjadi penyakit yang berdampak besar terhadap penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan berbagai masalah lainnya, seperti sosial, ekonomi, bahkan ketahanan nasional.

Tujuan penanggulangan malaria di Indonesia umumnya dan Papua secara khusus, katanya, untuk mencapai eliminasi secara bertahap selambat-lambatnya pada 2030.

“Hal tersebut merupakan komitmen global dan regional yang tercantum dalam indikator Sustainable Development Goal`s (SDG`s) target 3.3,” kata Kepala Seksi AIDS, TB, dan Malaria Dinkes Papua itu.

Target tersebut ditindaklanjuti dengan kesepakatan komitmen pimpinan negara di wilayah Asia Pasifik dalam pertemuan East Asia Summit ke-9 pada 2014. Pada pertemuan tersebut disepakati untuk mengeliminasi malaria di wilayah Asia Pasifik paling lambat pada 2030.

Program eliminasi malaria harus konsisten dan memiliki sasaran yang jelas dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan kepala daerah kabupaten/kota.

Hingga Juli 2018 di Indonesia terdapat 272 kabupaten/kota yang telah mencapai eliminasi malaria dan tiga provinsi yang seluruh kabupaten/kotanya telah mencapai eliminasi malaria, yakni DKI Jakarta, Bali, dan Jawa Timur.

Indikator malaria di suatu daerah dinyatakan dengan angka Annual Parasit Incidence (API), yaitu jumlah kasus malaria positif dalam setahun di antara 1.000 penduduk suatu daerah.

Endemis rendah apabila API sama dengan < 1 per 1.000, endemis sedang apabila API sama dengan 1-5 per 1.000, endemis tinggi apabila API < 5 per 1.000. Kini terdapat 166 kabupaten/kota di Indonesia yang merupakan wilayah endemis rendah dengan API < 1 per 1.000 penduduk, 37 kabupaten/kota merupakan wilayah endemis sedang dengan API 1-5 per 1.000 penduduk, sedangkan 39 kabupaten merupakan wilayah endemis tinggi dengan API > 5 per 1.000 penduduk.

Hampir seluruh kabupaten/kota endemis tinggi berada di kawasan timur Indonesia, yakni Papua Barat, Papua, NTT, dan Maluku, dua kabupaten di luar KTI, yaitu Kabupaten Pasawaran di Provinsi Lampung dan Kabupaten Penajam Paser Utara di Provinsi Kalimantan Timur.

Berita Lainnya
BSMI: Warga Sentani Masih Perlu Bantuan Hidup Dasar TAJUKTIMUR.COM, Sentani -- Korban banjir besar di Sentani, Papua masih membutuhkan bantuan kehidupa...
Ini Usulan Langkah Strategis Selesaikan Konflik Separatis di Papua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Serangan kelompok separatis bersenjata di Papua kembali menelan korban 3 o...
KKB Kembali Menyerang, Ini Penjelasan Kapuspen TNI JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi mengatakan pasukan ...
Tiga TNI tewas dalam kontak tembak dengan KKB di Nduga JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Tiga anggota TNI yang tergabung dalam Satgas Nanggala dilaporkan tewas da...
Polda Papua tetapkan Jafar Umar Thalib tersangka perusakan di Koya JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua menetapkan Jafar Umar Th...
Kanal: Papua