Loading...

Dinsos: Pengungsi Kenyam di Asmat mencapai 116 orang

ASMAT, TAJUKTIMUR.COM —- Warga sipil dari Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, yang mengungsi ke Agats, Kabupaten Asmat, secara bergelombang pascagangguan keamanan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB), sampai Sabtu (7/7) tercatat sebanyak 116 orang.

Seratusan pengungsi Kenyam itu terdiri dari 66 orang warga non Papua (Toraja, Palopo, Batak, Jawa dan NTT) dan 50 warga asli Papua (Yahukimo, Wamena dan Timika).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asmat Amir Makhmud ketika ditemui di Agats, mengatakan seratusan pengungsi Kenyam itu ditampung di Gedung Tongkonan Jalan Yos Sudarso dan satu rumah di Jalan Amborep, Agats.

“Gelombang pertama sebanyak 47 orang dan mereka sudah ke Timika dengan menumpang kapal. Saat ini yang tersisa 116 orang, mereka datang secara bergelombang,” kata Amir.

Dinsos Asmat bekerja sama dengan Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Protestan Indonesia (GPI) dan Ikatan Keluarga Toraja (IKT) setempat memfasilitasi keberadaan pengungsi selama di Kota Agats dengan menyediakan tempat penampungan sementara dan memberikan bantuan makanan.

“Kita bangun dapur umumnya, menyalurkan bahan makanan dan menyediakan tikar untuk mereka tidur. Kesehatan mereka juga sudah diperiksa. Terkait pemulangan ke daerah asal, Pak bupati sudah memerintahkan Kesbangpol,” kata Amir.

Ia menambahkan para pengungsi non Papua berencana pulang ke daerah asalnya melalui Timika dengan menumpang KM. Leuser dari Agats pada 15 Juli mendatang.

“Komunikasi dengan Pemkab Nduga belum kita jalin, nanti itu mungkin oleh Kesbangpol, karana menyangkut masalah sosial politik,” ujarnya.

Salah satu pengungsi Kenyam, Glen mengatakan mereka melalui jalur darat dari Kenyam ke Batas Batu Kampung Mumugu, Distrik Sawaerma, Kabupaten Asmat. Selanjutnya dari Batas Batu, mereka melalui jalur laut ke Kota Agats.

“Dari Kenyam kami menumpang truk ke Batas Batu dan melanjutkan perjalanan dengan long boat dari Batas Batu ke Agats. Kami mau ke Timika, terus kembali ke kampung,” kata pria asal Toraja itu.

Berita Lainnya
Papua Gunakan Sistem Noken dalam Pemilu 2019 JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 12 kabupaten di Papua, dalam pemilu 17 April mendatang masih men...
PMI Percepat Penanggulangan Bencana Banjir di Sentani JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Palang Merah Indonesia (PMI) berupaya mempercepat penanggulangan bencana ...
BSMI: Warga Sentani Masih Perlu Bantuan Hidup Dasar TAJUKTIMUR.COM, Sentani -- Korban banjir besar di Sentani, Papua masih membutuhkan bantuan kehidupa...
Ini Usulan Langkah Strategis Selesaikan Konflik Separatis di Papua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Serangan kelompok separatis bersenjata di Papua kembali menelan korban 3 o...
KKB Kembali Menyerang, Ini Penjelasan Kapuspen TNI JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi mengatakan pasukan ...
Kanal: Papua