Loading...

Jelang HUT RI, Oknum KKB Serahkan Senjata Api

MERAUKE, TAJUKTIMUR.COM – Menjelang HUT RI ke 73 Polri melakukan berbagai kegiatan untuk menciptakan situasi yang kondusif. Salahsatunya di Boven Digoel yang merupakan daerah yang masih menyisakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sangat ingin memisahkan diri dari NKRI.

Dengan beberapa pendekatan dan penggalangan,  Polisi berhasil merangkul beberapa anggota KKB tersebut. Salahsatunya pada peristiwa yang berlangsung di Jair, Merauke Kapolsek mengatakan bahwa pihaknya telah menerima sepucuk senjata dari anggota KKB yang selama ini sudah dibina. Alasan penyerahan senjata itu karena Papua Khususnya Boven Digoel sudah mengalami kemajuan yang signifikan, mulai dari perkotaan hingga pelosok pedesaan.

Hal ini dipertegas oleh pernyataan Bernadus Awem alias Gregorius Wagera, aktivis KKB saat menyerahkan Senjata Api di Mapolsek Jair. 

“Saya menyerahkan senjata ini tanpa paksa dari pihak manapun,  karen menurut saya Papua sudah maju hingga pedesaan dan kesejahteraan dirasakan seluruh masyarakat Papua.  Jadi tidak perlu lagi melawan pemerintah”, ujar Bernadus Mawen Jumat pagi (10/08/2018).

Dalam kegiatan ini Kapolsek menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta memberikan penghargaan atas kesadaran dan rasa nasionalisme yang mulai tumbuh didalam diri Bernadus Marwen.

Dengan adanya penyerahan senjata api ini tentunya menandakan bahwa Boven Digoel akan tetap kondusif menjelan HUT RI ke-73.

Penyerahan resmi sepucuk senjata api yang dilakukan oleh Bernadus Marwen (salahsatu aktivis KKB yang berhasil dibina aparat) dilaksanakan pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIT di Polsek Jair, Merauke Papua.

Kapolsek Jair Iptu Sanawiah Mahulette menerima langsung sepucuk senjata api aktif merek Romington Model HOO 228245M dari Anggota Kelompok Krimnal Bersenjata (KKB) Pimpinan Bernadus Mawen atas nama  Gregorius Wagera di Mapolsek Jair, Selasa 07/08/2018 pukul 16.00 WIT sore.

Sebelumnya pada Selasa dinihari (7/8/2018) di guest house Enarotali, KODIM TNI Paniai juga menerima penyerahan 4 pucuk senjata, terdiri dari 3 Laras panjang dan 1 pistol P1 yabg merupakan hasil rampasan Kelompok Kriminal Separatis Papua-Bersenjata (KKSP-B), Deki gobay (Kepala distrik Wegemuka) dan Robi Degei (Kepala distrik wegebino) kepada Dandim 1705/PN,Letkol Inf Jimmy TP Sitinjak dan  ( Dandim 1705/PN) serta Mussa Isir (pejabat Bupati kab Paniai), seperti  : Mayor Inf Junaid (Danramil 1705-02/Enarotali), Lettu Inf Eko Warsito (Danunit Inteldim 1705/pn), Serka Deni (danpos timintel rem 173/PVB), Sertu Edwar Hadinata (Danpos unit Intel dim pos Paniai ), dan IPDA Jhon (Kasat Intel polres Paniai)

Alasan penyerahan senjata, menurut Deki Gobay karena pihaknya sebagai pemerintah daerah menginginkan program pembangunan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat untuk dapat masuk ke distrik Paniai.

Atas keinginan tersebut,  Letkol INF Jimmi TP Sitinjak menyatakan  rasa terimakasihnya kepada para aktivis serta meminta maaf atas miss comunication yang telah terjadi selama ini antara aktivis dan TNI.

“Sebagai aparat kemanan  saya berterima kasih kepada para kepala distrik dan kampung yang sudah membantu kembalinya senjata yang di rampas dari anggota kami,” ungkap Letkol Inf. Jimmi TP Sijintak kepada para aktivis.

Kedepan ia berjanji akan terus berusaha membantu pemda setempat agar program yang sudah di buat oleh pemerintah pusat bisa masuk menuju distrik-distrik, serta kampung kampung yang ada di pelosok kabupaten Paniai demi kemajuan masyarakat dikabupaten tersebut.

Adapun 4 pucuk senjata yang diserahkan meliputi 1 pucuk senjata Laras panjang jenis SS1 V3 i, 2  pucuk senjata Laras panjang jenis SS2 V4, indeks kopda Karyadi dan Prada Irfandi dengan munisi 50 butir serta 1 pucuk P1 Pindad indeks sertu Suhardi dengan munisi 10 butir. Serta 1 buah helm anti peluru.

Keemoat pucuk senjata itu diperoleh dari peristiwa perampasan yang terjadi pada Senin (6/8/2018) pukul 10.45 WIT di Kampung Kinou Distrik Wegemuka Kabupaten Paniai. KKSP-B pimpinan Otto Yemi Yogi (kelompok dari Demianus Yogi) berusaha melakukan pernyerangan terhadap pasukan TNI dan petugas PLN yang tengah melintas. Kelompok tersebut berjumlah sekitar 30 orang berusaha menyerang 21 orang Tim Survey PLN Papua Terang pimpinan Serma Alfius Gobay yang terdiri dari 9 orang personel TNI (4 orang anggota Timsus RK 753/AVT, 3 orang anggota Koramil 1705-02/Enarotali, 2 orang anggota Kodim 1705/Paniai) dan 7 orang Tim Survei PLN. Akibat penyerangan itu, 5 orang anggota TNI mengalami luka-luka, sementara 4 pucuk senjata organik (3 pucuk SS1 dan 1 pucuk FN) dirampas dan dibawa lari kelompok KSP-B.

Berita Lainnya
PJN Belum Proteksi Kawasan Longsor di Jalan TransPapua WAMENA, TAJUKTIMUR.COM - Pelaksana Jalan Nasional (PJN) I Jayapura, Provinsi Papua, belum memproteks...
1300 Personil Gabungan Siap Amankan Kunjungan Presiden di Merauke MERAUKE, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 1.300 Personil gabungan dipersiapkan untuk pengamanan V-V-I-P kun...
Kemendikbud Dorong Pemberantasan Buta Aksara di Papua ASMAT, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong partisipasi pe...
Kapolda Papua Berikan Penghargaan kepada 20 Personel Brimob JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin memberikan penghargaan kepada 20 ...
Pemkab Mimika akan Bayar Utang kepada Kontraktor TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, akan membayar utang kepada PT ...
Kanal: Papua