Loading...

Kampanye Pilkada Terbatas di Paniai tetap Berjalan

JAYAPURA (TAJUKTIMUR.COM) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paniai menyatakan kampanye terbatas terkait pilkada di daerah itu tetap berjalan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, meskipun ada kerawanan gangguan kamtibmas.

Komisioner KPU Paniai Zebulon Gobai ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Minggu, mengatakan dua paslon Hengki Kayame-Yeheskiel Tenouye dan Meki Nawipa-Oktopianus Gobay tetap melaksanakan kampanye pilkada.

“Hanya saja kampanye pilkada yang dilaksanakan oleh dua pasangan calon itu masih berupa kampanye tertutup dan terbatas. Kalau kampanye terbuka seperti dilakukan di lapangan atau tempat terbuka lainnya tidak dilaksanakan karena situasi yang belum memungkinkan,” katanya.

Menurut dia, kampanye terbuka belum bisa dilaksanakan karena beberapa waktu lalu saat akan dilaksanakan seremoni kampanye pilkada damai, salah satu paslon dihadang dan dihajar oleh oknum massa pendukung dan simpatisan sehingga kendaraan yang digunakan dikabarkan rusak berat.

“Jadi, yang tidak dilaksanakan itu kampanye terbuka di depan umum dan seremoni kampanye pilkada damai, kalau kampanye tertutup dan terbatas di kampung atau distrik tetap dilaksanakan,” katanya.

Selain alasan tersebut, kata dia, KPU dan Panwaslu Paniai juga masih menunggu pandangan Mahkamah Agung (MA) terkait aduan tiga pasangan calon (paslon) lainnya dari jalur perseorangan.

Tiga paslon perseorangan yang mengajukan aduan ke MA itu yakni Naftali Yogi-Marthen Mote, Yehuda Gobai-Yan Tebay dan Yunus Gobai-Markus Boma.

Aduan tersebut terkait keputusan pembatalan oleh KPU Paniai, dan merujuk pada keputusan Panwaslu setempat beberapa waktu lalu.

Semula aduan tersebut disampaikan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makasar, Sulawesi Selatan, namun pihak PTTUN menyarankan kasus tersebut diadukan ke MA untuk mendapatkan pandangan/pendapat hukum karena permasalahan tersebut tidak mengandung sengketa administrasi atau hanya berkaitan dengan tafsiran hukum.

KPU Paniai juga masih menunggu salinan putusan PTTUN Makassar atas hasil sidang sengketa administrasi yang diadukan Yulius Kayame, dan PTTUN memenangkannya.

“Karena masalah situasi di Paniai yang kurang kondusif dan menungggu hasil sidang di MA yang diadukan oleh tiga paslon independen serta hasil sidang dari PTUN Makasar, maka itu kampanye terbuka belum dilaksanakan,” katanya.

(as)

Berita Lainnya
Indeks Demokrasi Papua naik 0,32 Poin Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mengungkapkan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Papua 2017 sebesar 61,34 poin dari skala 0 sampai 1...
AJI Jayapura Sosialisasikan Bahaya Berita Hoax JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura akan menyasar anak mudah, terutama siswa di sekolah dan mahasiswa untuk men...
Pemprov Papua Sumbang 20 Ekor Sapi Kurban BIAK, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Provinsi Papua menyumbang sebanyak 20 ekor sapi sebagai hewan kurban untuk perayaan hari raya Idul Adha 10 Dzulhijja...
Pemkab Biak Numfor Siapkan 160 Atlet Porprov Papua BIAK, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengirimkan 160 atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Papua yang berlangsung...
Atraksi Seni Budaya Nusantara meriahkan HUT Kemerdekaan RI di Timika TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM - Atraksi seni budaya Nusantara memeriahkan perayaan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, yang dipusatkan di halaman Kantor Pusat Pemerint...
Kanal: Papua Pilkada