Loading...

KPU Biak Ingatkan Berkas Caleg Pindah Parpol 19 September 2018

BIAK, TAJUKTIMUR.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Biak Numfor, Papua, memberikan batas waktu hingga 19 September 2018 untuk penyerahan surat pengunduran diri caleg pindah partai politik sebelum disahkan menjadi daftar caleg tetap.

“Jika batas waktu diberikan tidak diserahkan berkas pencalonan caleg pindah parpol maka KPU akan memberikan status tidak memenuhi syarat (TMS) atau mencoretnya dari daftar tetap,” tegas Ketua KPU Biak Jackson S.Maryen di Biak, Senin.

Ia menyebut ada dua regulasi yang mengatur soal pindah partai ini. Satu peraturan tentang pemerintahan daerah yang diatur dalam UU 23 Nomor 2014 dan satu lagi regulasi pemilu yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017.

“Kedua regulasi itu sama-sama mengatur anggota DPRD yang pindah partai harus mundur dari jabatannya sebagai anggota DPRD,” katanya.

Ia mengatakan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014, pergantian antar waktu (PAW) dapat dilakukan terhadap anggota DPR/DPRD jika yang bersangkutan berhenti dikarenakan meninggal dunia, mengundurkan diri atau diberhentikan.

Pasal 139 ayat (2) huruf i UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah menyatakan secara eksplisit bahwa salah satu sebab anggota DPR/DPRD diberhentikan antar waktu, jika menjadi anggota partai politik lain.

“Artinya, norma ini berlaku mutlak terhadap anggota DPRD yang menyatakan diri bergabung dengan partai politik lain,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu juga disebutkan salah satu persyaratan bakal caleg adalah menjadi anggota parpol (Pasal 240 ayat 1 huruf n).

“Saat bacaleg mendaftar ke KPU, bakal caleg yang pindah parpol itu sudah menjadi anggota parpol baru, yang sudh dibuktikan dengan kepesertaan kartu tanda anggota (Pasal 240 ayat 2 huruf i),” katanya.

Dengan demikian, konsekuensi hukum atas status pindah parpol tersebut mengharuskan sang legislator mundur sebagai wakil rakyat.

Secara teknis, menurut Ketua KPU, saat mendaftar ke KPU, bacaleg itu harus melampirkan dokumen terkait pengunduran diri tersebut, mulai dari formulir model BB-1, surat pengajuan pengunduran diri sebagai anggota DPRD yang ditujukan kepada ketua DPRD.

Serta tanda terima dari pejabat yang berwenang (sekretariat DPRD) atas penyerahan surat pengunduran diri itu, dan surat keterangan dari sekretariat DPRD jika pengajuan pengunduran diri itu sedang diproses.

Berdasarkan data daftar Bacaleg diumumkan KPU, ada dua anggota DPRD Kabupaten Biak Numfor pindah partai saat mendaftarkan menjadi caleg yakni Anwar Akbar (anggota DPRD PPP) terdaftar di caleg PKS dapil Biak satu serta Otto Mandowen (anggota DPRD PBB) terdaftar sebagai caleg Partai Berkarya.

Berita Lainnya
BPN Prabowo-Sandi Gelar Nobar Debat Capres JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akan menggelar nonton bareng...
Ketua KPU Asmat Lantik 34 Relawan Demokrasi ASMAT, TAJUKTIMUR.COM - Ketua KPU Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, Veronikus Asse melantik 34 relawa...
‘The Power of Emak-Emak’ di Timika deklarasi dukung Prabowo-Sandi TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM - "The power of emak-emak" menggelar deklarasi mendukung pasangan calon presi...
Dinkes Papua minta Pemerintah kabupaten/kota Serius Layani Pasien DBD JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Papua meminta kepada pemerintah kabupate...
Pengamat: Masyarakat Menanti Kejutan Debat Capres tanpa Kisi-Kisi TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Calon Presiden (Capres) Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada Minggu malam...
Kanal: Papua Pemilu