Loading...

KPU Papua: Paslon Ones-Petrus tak Memenuhi Syarat

JAYAPURA (TAJUKTIMUR.COM) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua menyatakan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Ones Pahabol-Petrus Yoram Mambai (Hamba) tidak memenuhi syarat sebagai peserta pilkada 2018.

“Jadi, pasangan ini datang pada Rabu (10/1) malam sekitar pukul 23.55 WIT dan register untuk mendaftar di KPU Papua. Setelah diterima dan dilakukan pengecekan dan penelitian atau verifikasi berkas syarat pencalonan dan syarat calon ternyata tidak lengkap,” kata Ketua KPU Papua Adam Arisoy di Kota Jayapura, Kamis.

Menurut dia, hal yang membuat kedua pasangan tersebut tidak memenuhi syarat dan berkasnya ditolak oleh KPU, karena diantaranya alasan yang diberikan oleh tim sukses pasangan tersebut tidak dapat dibuktikan saat verifikasi berkas.

Salah satunya adalah dukungan partai politik hanya satu yakni dari PKPI yang hanya memiliki dua kursi di DPR setempat, sementara syarat minimal adalah sembilan kursi.

“Sehinggga setelah dilakukan verifikasi berkasnya tidak memenuhi syarat dan kami mengembalikan kepada pasangan calon dan tim suksesnya dengan berita acara penolakan karena tidak penuhi syarat minimal, karena hanya didukung oleh salah satu partai yaitu Partai PKPI yang mana kursinya hanya dua, sehingga verifikasi selanjutnya untuk dokumen-dokumen lain tidak dapat kami lakukan,” katanya.

Pada pengecekan dan penelitian atau verivikasi berkas, Ones Pahabol sebagai bakal calon gubernur tidak hadir bersama wakilnya Petrus Yoram Mambai saat didaftarkan oleh tim suksesnya yang diketuai oleh Obed Barend pada saat register di KPU Papua pada Rabu (10/1) tengah malam sekitar pukul 23.55 WIT.

Hanya ketua tim sukses Obed Barend yang menyerahkan dokumen sebagai syarat pencalonan dan syarat calon kepada Ketua KPU Papua Adam Arisoy yang disaksikan oleh tiga komisioner Musa Sombuk, Izak Hikoyabi dan Beatrix Wanane, serta Ketua dan anggota Bawaslu Papua, Fegie Y Wattimena dan Anugrah Pata.

“Jadi, setelah secara resmi menerima dokumen pada pukul 00.20 WIT atau Kamis dini hari dan lakukan pengecekan, penelitian atau juga verivikasi hingga pukul 01.58 WIT, ternyata dokumen pasangan ini tidak lengkap, sehingga kami berikan berita acara ditolak,” katanya.

(hfd/ttcom)

Berita Lainnya
PMI Percepat Penanggulangan Bencana Banjir di Sentani JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Palang Merah Indonesia (PMI) berupaya mempercepat penanggulangan bencana ...
BSMI: Warga Sentani Masih Perlu Bantuan Hidup Dasar TAJUKTIMUR.COM, Sentani -- Korban banjir besar di Sentani, Papua masih membutuhkan bantuan kehidupa...
Ini Usulan Langkah Strategis Selesaikan Konflik Separatis di Papua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Serangan kelompok separatis bersenjata di Papua kembali menelan korban 3 o...
KKB Kembali Menyerang, Ini Penjelasan Kapuspen TNI JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi mengatakan pasukan ...
Tiga TNI tewas dalam kontak tembak dengan KKB di Nduga JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Tiga anggota TNI yang tergabung dalam Satgas Nanggala dilaporkan tewas da...
Kanal: Papua Pilkada