Loading...

KPU Papua rampungkan verifikasi ijazah paslon pilgub

JAYAPURA (TAJUKTIMUR.COM) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua telah merampungkan verifikasi ijazah para bakal pasangan calon gubernur/wakil gubernur sebagai salah satu syarat menjadi peserta pemilihan umum gubernur (pilgub) periode 2018-2023.

Ketua KPU Provinsi Papua Adam Arisoy di Kota Jayapura, Minggu, mengatakan verifikasi itu dilakukan oleh tiga tim yang dibentuk oleh KPU di empat daerah yang menjadi tujuan pelaksanaan verifikasi tersebut, diantaranya di Manado, Sulawesi Utara dan di Jayapura, Provinsi Papua.

“Kalau verifikasi ijazah kami sudah lakukan semua, baik bakal pasangan calon gubernur/wakil gubernur, Lukas Enembe S1 dan S2-nya, Klemen Tinal S1 dan S2-nya. Lalu, John Wempi Wetipo S1 dan S2-nya serta Habel Melkias Suwae SI dan S2-nya,” katanya.

Dari hasil verifikasi ke sejumlah kampus yang menjadi tempat kuliah para bakal pasangan calon tersebut, kata dia, tim verifikasi dari KPU telah mendapatkan surat resmi terkait keabsahan dan legalitas ijazah dari para bakal pasangan calon yang dimaksud.

“Dan verifikasi tersebut sudah mendapat pengakuan dari perguruan tinggi masing-masing, jadi sah,” katanya tanpa menyebutkan nama-nama kampus yang dimaksud ketika digelar verifikasi ijazah.

Mengenai hasil dari verifikasi ijazah tersebut, Adam mengaku akan diplenokan bersamaan dengan penetapan calon peserta pemilu gubernur pada awal Februari 2018.

“Yah, akan diplenokanlah pada saat penetapan calon peserta pemilu,” katanya.

Pada tahapan pendafataran bakal calon gubernur/wakil gubernur Papua, 8-10 Januari 2018, KPU telah menerima pasangan calon gubernur/wakil gubernur Papua yakni pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal yang diusung oleh partai NasDem, PKB, PKS, Golkar, Hanura, PAN serta Demokrat.

Lalu, bakal pasangan calon gubernur/wakil gubernur John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae yang diusung oleh partai PDI-Perjuangan dan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Kedua pasangan tersebut dinyatakan lolos syarat pencalanon dan syarat calon sehingga mengikuti tes urine, kesehatan dan psikologi di BNN Papu dan RSUD Dok II Jayapura.

Pada sesi tersebut, KPU disaksikan Bawaslu Papua menyatakan bahwa kedua pasangan calon memenuhi syarat untuk mengikuti pentahapan selanjutnya sebagai peserta pemilu 2018.

“Sesi selanjutnya KPU adalah verfikasi keabsahan sebagai orang asli Papua, tetapi dokumen yang diserahkan kepada Majelis Rakyat Papua atau MRP melalui Dewan Perwakilan Rakyat Papua atau DPRP masih tertahan di Pansus DPRP. Ini yang kami masih lakukan koordinasi dengan KPU pusat,” katanya.

(fr)

Berita Lainnya
BSMI: Warga Sentani Masih Perlu Bantuan Hidup Dasar TAJUKTIMUR.COM, Sentani -- Korban banjir besar di Sentani, Papua masih membutuhkan bantuan kehidupa...
Ini Usulan Langkah Strategis Selesaikan Konflik Separatis di Papua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Serangan kelompok separatis bersenjata di Papua kembali menelan korban 3 o...
KKB Kembali Menyerang, Ini Penjelasan Kapuspen TNI JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi mengatakan pasukan ...
Tiga TNI tewas dalam kontak tembak dengan KKB di Nduga JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Tiga anggota TNI yang tergabung dalam Satgas Nanggala dilaporkan tewas da...
Polda Papua tetapkan Jafar Umar Thalib tersangka perusakan di Koya JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua menetapkan Jafar Umar Th...
Kanal: Papua Pilkada