Loading...

Ormas Islam di Timika Tiadakan Pawai Takbir

TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM — Ormas Islam Kabupaten Mimika, Papua, memutuskan meniadakan pawai takbir keliling tahun ini, karena mempertimbangkan segala aspek, terutama keamanan menjelang pilkada serentak pada 27 Juni 2018.

Ormas Islam yang terlibat dalam pengambilan keputusan di Timika, Jumat, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mimika, Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

“Pertama, semakin dekatnya pilkada. Ini untuk menjaga suhu politik tetap kondusif, menjaga kemungkinan yang tak kita inginkan. Sehingga kami MUI , DMI Baznas, dan PHBI sepakat tidak adakan pawai tahun ini dan muhah-mudahan tahun depan kita adakan kembali,” jelas Ketua MUI Mimika, Ustadz H Muhammad Amin.

Pertimbangan kedua, menurutnya, terkait tingkat kerawanan di Kota Timika saat ini. Seperti yang terjadi akhir-akhir ini di yaitu kasus begal dan kekerasan lainnya sedang meningkat di seputaran Kota Timika. Mengumpulkan massa banyak, apalagi di malam hari, terlalu riskan dalam situasi demikian.

“Jangan sampai besok mau lebaran, malamnya terjadi,” katanya.

Pertimbangan berikutnya, pengerahan massa saat pawai takbir sangat rentan dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk kepentingan politik di momen jelang pilkada.

Sebab itu meniadakan pawai takbir tahun ini, menurutnya merupakan langkah bijaksana untuk kepentingan seluruh warga Mimika.

“Biarlah mengalir. Silakan pengurus masjid ajak remaja-remaja kita datang takbir ke masjid terdekat,” ujar Ustadz Amin.

Kepada pihak kepolisian, ia meminta agar mengerahkan kekuatan, menjaga keamanan dari malam hingga selesainya pelaksanaan salat idul fitri. Termasuk memastikan tidak ada warga yang berkendara menggunakan knalpot racing, serta menyalakan kembang api dan mercon.

Ketua DMI Mimika, Ustadz Abdul Mutholib menambahkan warga Muslim Timika harus menjaga agar pelaksanaan pesta demokrasi memilih pemimpin Kabupaten Mimika berjalan dengan damai dan tentram.

“Warga Muslim harus menunjukkan yang terbaik dalam pesta demokrasi ini. Walaupun saat ini kondisi timika tetap kondusif, toleransi terjaga. Kita tetap utamakan yang namanya keamanan. Itu pertimbangan utamanya,” jelas Ustadz Mutholib.

Berita Lainnya
BPS: Penduduk Miskin di Mimika Capai 31.175 Jiwa TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika, menyatakan penduduk miskin di...
Kementerian PUPR bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Papua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Program Rumah Khusus (Rusus) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan...
Polisi Sentani-Warga Nendali Sepakat Tolak Hoaks SENTANI, TAJUKTIMUR.COM - Kepolisian Sektor (Polsek) Sentani Timur bersama warga Kampung Nendali Sen...
Gubernur Lukas: Pemilu Legislatif 2019 berpotensi Konflik JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe memprediksi pelaksanaan pemilu legislatif 201...
Bupati Lantik Pejabat Sekda Mimika TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM - Bupati Mimika Eltinus Omaleng melantik Marthen Paiding sebagai Penjabat Sek...
Kanal: Papua