Loading...

Pembangunan Jalan TransPapua di Nduga Segera Diambil Alih TNI

WAMNA, TAJUKTIMUR.COM – Pembangunan jalan dan jembatan di jalur transPapua terutama di lokasi pembantaian pekerja PT Istaka Karya di Distrik Yal dan Yigi, Kabupaten Nduga, Papua segera diambil alih atau dikerjakan oleh pihak TNI.

Danrem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan B Parluhutan di Markas Satgas Yonif 756 Wimane Sili di Jayawijaya, Kamis, mengatakan sementara masih dalam tahap komunikasi dengan Mabes TNI.

Ia mengatakan sebelumnya ada instruksi dari pimpinan untuk melanjutkan pengerjaan jalan dan jembatan yang terhenti pascapenembakan belasan pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Pembukaan akses daerah terisolir itu akan dilakukan oleh TNI dari zeni tempur.

“Mungkin satu dua minggu ke depan sudah masuk personel ke sana, dan kemungkinan minggu depan sudah mulai mendorong alat-alat ke lokasi. Paling lambat tiga minggu ke depan sudah mulai bekerja,” katanya.

Pihak TNI juga tengah membangun koordinasi dengan balai jalan agar pemenuhan infrastruktur Papua sesuai instruksi Presiden bisa terus dilakukan.

“Apapun yang terjadi, harus tuntaskan pembangunan infrastruktur karena itu yang bisa kita lakukan untuk memajukan untuk daerah terpencil di Papua,” katanya.

Danrem 172/PWY belum mengetahui pasti jumlah personel yang nantinya ditempatkan di sana, namun diperkirakan di atas 500 orang, dan ditambah pasukan pengamanan.

“Intinya TNI siap kerjakan itu karena tugas kita untuk bagaimana caranya masyarakat di Papua, hingga wilayah terpencil bisa merasakan sentuhan pembangunan pemerintah, karena itu sudah komitmen pemerintah dan TNI/Polri siap, bila perlu korbankan jiwa dan raga kita lakukan untuk membangun Papua,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XVIII Jayapura Osman Marbun mengatakan pengerjaan jalan tetap dilanjutkan oleh TNI.

“Ke depan pengamanan harus tetap melekat di pihak yang melaksanakan, dalam hal ini penyedia jasa pengerjaan itu, dan bahkan dengan kejadian kemarin, Zipur akan turun membantu kita,” katanya.

Marbun mengatakan segala sesuatu yang berkaitan dengan kelanjutan pembangunan jalan transPapua itu masih dipersiapkan.

“Misalnya dari Zipur mereka pun harus mempersiapkan dahulu pengiriman personilnya maupun mobilisasi alat dan sebagainya,” katanya.

Sejauh ini pengerjaan 14 jembatan untuk empat tahun anggaran di wilayah itu sudah mencapai 72 persen.

“Tahun ini saja sudah 72 persen, jadi lanjutannya lagi di 2019 akan diselesaikan dengan melibatkan TNI,” katanya.

Berita Lainnya
Inalum dan Uncen kerja sama Membangun Papua JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM dan Universitas Cendr...
Banjir Hanyutkan Lima Warga di Sebagian Tolikara JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua menyatakan huja...
BPS: Penduduk Miskin di Mimika Capai 31.175 Jiwa TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika, menyatakan penduduk miskin di...
Kementerian PUPR bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Papua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Program Rumah Khusus (Rusus) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan...
Polisi Sentani-Warga Nendali Sepakat Tolak Hoaks SENTANI, TAJUKTIMUR.COM - Kepolisian Sektor (Polsek) Sentani Timur bersama warga Kampung Nendali Sen...
Kanal: Papua