Loading...

Pemkab Asmat Genjot Pendapatan Asli Daerah

ASMAT, TAJUKTIMUR.COM — Pemerintah Kabupaten Asmat, Papua, berupaya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) berupa pajak dan retribusi, melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Asmat Halasson Frans Sinurat, di Asmat, Selasa, mengatakan upaya peningkatan PAD ditempuh dengan mengoptimalkan potensi dan objek-objek penerimaan, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

“Kami mengedepankan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi, dengan melihat potensi dan objek penerimaan yang ada. Seperti melakukan penertiban, pengawasan dan turun ke lapangan,” kata Frans.

Ia mengatakan target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp152 juta, dan retribusi sebesar Rp6,5 miliar.

Penerimaan pajak bersumber dari pajak hotel, rumah makan, restoran, biliar, reklame serta Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBBP2).

Sementara retribusi bersumber dari retribusi pelayanan kesehatan, pelayanan kebersihan sampah, parkir kendaraan roda dua dan gerobak serta retribusi pasar.

“Ditambah retribusi sewa aset milik pemda, seperti gedung. Lalu ada retribusi pelayanan kepelabuhanan, retribusi usaha bengkel, ijin trayek, ijin usaha perikanan maupun ijin mendirikan bangunan,” katanya.

Ia mengatakan pencapaian PAD mulai Januari-April 2018 baru 11,3 persen. Biasanya dalam satu tahun, pendapatan asli daerah terealisasi 80-90 persen.

Pihaknya akan terus mengoptimalkan pajak dan retribusi melalui kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi.

“Kami akan turun pada triwulan kedua untuk menggenjot lagi. Target penerimaan selain dikelola oleh BPKAD, juga dikelola Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang baru dibentuk. Ada 21 ijin yang sudah dilimpahkan ke dinas itu,” kata dia.

Fran menambahkan, pajak dan retribusi sangat penting bagi pemerintah kabupaten, terutama untuk menunjang belanja daerah. Sebab, daerah otonom diharuskan mampu mengelola dan mencari pendapatan untuk menghidupkan daerah itu sendiri.

“Salah satu upaya pemda mencari pendapatan ialah dengan menggerakkan masyarakat untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan melalui pembayaran pajak dan retribusi,” ujarnya.

Berita Lainnya
Kedubes Jepang Bakal Renovasi SD Amparu Biak BIAK, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besar (Kedubes) di Jakarta pada tahun anggaran 2018 segera melakukan program renovasi gedung...
Biak Siagakan Empat Kapal Angkutan Lebaran BIAK, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Perhubungan Kabupaten Biak Numfor, Papua memastikan empat kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan dua kapal per...
Kadis LH Mimika: APBD 2018 Tidak Dukung Program Adipura TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM -- Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Mimika Limi Mokodompit menilai kebijakan anggaran pada APBD Induk Mimik...
Gempa 5 SR Guncang Biak, Tidak Menimbulkan Tsunami BIAK, TAJUKTIMUR.COM -- Gempa berkekuatan 5 skala richter (SR) mengguncang Kabupaten Biak Numfor, Papua, Rabu (23/5/2018) pukul 19.26 WIT. Gempa terse...
BPK Agendakan Pemeriksaan Dana Kampung Tiga Kabupaten di Papua JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM -- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengagendakan pemeriksaan penggunaan dana kampung di Provinsi Papua pada pertengahan 2018. ...
Kanal: Papua