Loading...

Pemkab Mimika Usulkan Kuota Calon ASN sebanyak 1.040 Formasi

TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua, mengusulkan kuota calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2018 sebanyak 1.040 formasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika Ausilius You di Timika, Senin, mengatakan pihaknya sudah mengusulkan kuota CASN dan tinggal menunggu kepastian berupa SK dari?Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dan Badan Kepegawian Negara (BKN) RI.

“Agenda penyerahan kuota CASN baru digelar pada Selasa (18/9) yang sebelumya telah tertunda beberapa kali,” ujarnya.

Ia berharap kuota CASN untuk kabupaten Mimika dapat disetujui sesuai usulan sebab Kabupaten Mimika belum mendapat kuota penerimaan CASN sejak 2015, 2016 dan 2017.

Baru 2018 melalui formasi merata seluruh Indonesia, KemenPAN-RB dan BKN Pusat menerima usulan Kabupaten Mimika.

“Usulan kita cukup besar. Perlu saya jelaskan bahwa sejak 2015, 2016, 2017 kita tidak pernah menerima kuota CASN,” kata Sekda.

Sekda menjelaskan kuota CASN untuk kabupaten Mimika tahun 2018 akan terserap banyak untuk guru dan tenaga kesehatan kemudian untuk formasi umum mulai dari SMA/SMK hingga sarjana dengan pembagiannya untuk semua disiplin ilmu.

“Soal jumlah formasi untuk setiap disiplin ilmu nanti lihat di pengumuman resmi pemerintah, dan untuk Kabupaten??Mimika ada di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM),” ujarnya.

Terkait tes secara daring atau manual, Ausilus mengatakan, pada saat pertemuan seluruh gubernur, bupati/walikota, sekda provinsi dan kabupaten kota seluruh Indonesia di Jakarta bersama Kemenpar RB dan BKN Pusat beberapa waktu lalu, ia sempat berbicara cukup banyak soal pelaksanakan test secara daring.

Menurut dia, untuk Papua khususnya belum siap sehingga perlu ada kesamaan pandangan antara daerah dengan pusat.

Saat itu, kata Ausilius, ia meminta untuk Papua khususnya dikembalikan kepada Gubernur Papua, para bupati dan walikota untuk membicarakan kembali terkait penerimaan CASN tersebut.

Berdasarkan usulan tersebut, sehingga gubernur dan para bupati dan wali kota mengusulkan agar Papua diberi kesempatan menyelenggarakan tes secara manual.

Namun, hingga kini belum mendapat kepastian apakah Papua dan Papua Barat akan menggunakan tes secara daring atau manual.

Ia berharap agar masyarakat dapat bersabar menunggu keputusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dan Badan Kepegawian Negara (BKN) RI.

Berita Lainnya
BI: Festival Ikan Biak dapat Meningkatkan Ekonomi Masyarakat BIAK, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua Joko Supratikto mengatakan Festival Ik...
Enam Rumah di Nabire Ludes Terbakar JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak enam petak rumah/indekos yang terletak di belakang SMA YPK Sion,...
Kementerian PUPR Tingkatkan Kualitas Jalan Perbatasan Papua MERAUKE, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pem...
Mimika Sport Centre Siap Digunakan untuk PON 2020 TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM - Fasilitas Mimika Sport Centre yang mencakup stadion indoor, stadion outdoor...
Polisi Sita Puluhan Sepeda Motor Curian dari Rusunawa Waena JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Kepolisian Resor Jayapura Kota kembali menyita puluhan sepeda motor yang ...
Kanal: Papua