Loading...

Pemprov Papua Tunggu Pembagian Saham Freeport

JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM – Pemerintah Provinsi Papua masih menunggu penyelesaian pembagian 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) yang dibeli oleh pemerintah pusat melalui holding industri pertambangan milik negara PT Inalum (Persero).

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, di Jayapura, Rabu, mengatakan pihaknya ingin meluruskan kepada masyarakat agar tidak terjadi salah komunikasi bahwa 51,23 persen saham Freeport tersebut dibeli oleh pusat bukan provinsi.

Menurut Klemen, setelah pemerintah pusat dan PT Freeport Indonesia selesai mengurus pembagian saham, maka selanjutnya Pemprov Papua menunggu bagian.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan Indonesia akan menguasai 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) pada akhir 2018.

Dengan demikian jumlah saham PTFI yang dimiliki Inalum akan meningkat dari 9,36 persen menjadi 51,23 persen dan Pemprov Papua akan memperoleh 10 persen dari 100 persen saham PTFI.

Pascapenandatanganan ini, Inalum masih harus menyelesaikan administrasi dan pembayaran sebesar 3,85 miliar AS dolar atau Rp56 triliun agar mendapatkan kepemilikan 51,23 persen, di mana pembayaran tersebut ditargetkan selesai November 2018.

Berita Lainnya
BMKG: Waspada gelombang tinggi di Papua-Papua Barat JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jay...
Relawan Pro-Jokowi Papua gelar nonton bareng Debat Capres JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Puluhan relawan Projo (Pro-Jokowi) Papua menggelar acara nonton bareng (n...
Ketua KPU Asmat Lantik 34 Relawan Demokrasi ASMAT, TAJUKTIMUR.COM - Ketua KPU Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, Veronikus Asse melantik 34 relawa...
‘The Power of Emak-Emak’ di Timika deklarasi dukung Prabowo-Sandi TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM - "The power of emak-emak" menggelar deklarasi mendukung pasangan calon presi...
Dinkes Papua minta Pemerintah kabupaten/kota Serius Layani Pasien DBD JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Papua meminta kepada pemerintah kabupate...
Kanal: Papua