Loading...

Pengungsi Kenyam Berdatangan ke Asmat

TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM —- Para pengungsi asal Kenyam, Kabupaten Nduga hingga kini terus berdatangan ke Agats, Kabupaten Asmat yang merupakan kabupaten tetangga terdekat menyusul semakin meningkatnya gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata/KKSB di wilayah itu akhir-akhir ini.

Kepala Dinas Sosial Asmat Amir Makhmud yang dihubungi dari Timika, Jumat, mengatakan sebanyak 116 pengungsi Kenyam kini ditampung sementara di rumah sewa Dinas Sosial Asmat, Gereja Kristen Injili Agats dan Rumah Adat Tongkonan Ikatan Keluarga Toraja Asmat.

“Pengungsi warga non Papua dengan jumlah sebanyak 66 orang untuk sementara menempati Rumah Tongkonan Agats. Sedangkan 50 warga asli Papua ditempatkan di rumah sewa di Jalan Amborep Agats,” kata Amir.

Menurut dia, Kabupaten Asmat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nduga memang menjadi pilihan utama warga saat mengungsi dari Kenyam setelah situasi keamanan di daerah itu mencekam pascateror penembakan oleh KKSB.

Para pengungsi harus menempuh perjalanan belasan jam dari Batas Batu ke Agats, ibu kota Kabupaten Asmat dengan menumpang perahu motor menyusuri sungai-sungai lebar yang sangat banyak di wilayah itu.

Aksi pengungsian besar-besaran warga Kenyam tidak saja dilakukan oleh warga non Papua yang bekerja sebagai pedagang, buruh bangunan, peternak maupun aparatur pemerintah di Kabupaten Nduga, tetapi juga dilakukan oleh warga asli Papua asal Yahukimo, Jayawijaya dan sejumlah kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Amir memperkirakan gelombang pengungsian warga Kenyam ke Agats Asmat masih akan terus bertambah beberapa waktu ke depan.

Para pengungsi yang sementara ditampung di Agats Asmat rencananya akan pulang ke kampung halaman mereka masing-masing. Mereka masih menunggu kedatangan kapal Pelni, KM Leuser dijadwalkan akan singgah di Pelabuhan Agats Asmat pada 11 Juli dan selanjutnya berlayar menuju Pelabuhan Paumako Timika.

Hingga kini sudah dua gelombang pengungsi Kenyam tiba di Timika. Gelombang pertama pengungsi Kenyam tiba di Timika pada Minggu (1/7) dengan jumlah sebanyak 45 orang menggunakan KM Tatamailau dari Agats Asmat.

Selanjutnya pada Rabu (4/7) sebanyak 106 pengungsi Kenyam juga tiba di Timika menggunakan KM Sirimau dari Agats Asmat.

Sementara itu, Kantor berita Antara melaporkan, Pemkab Asmat membantu memfasilitasi tiket kapal Pelni untuk mengangkut para pengungsi Kenyam ke Timika dengan menggelontorkan biaya sebesar Rp162 juta.

Berita Lainnya
Polres Jayawijaya fasilitasi perdamaian antarkelompok Warga Bentrok antar warga di dijalan Trans Wamena-Kurulu Kampung Mulima distrik Yalengga, Wamena kabupaten Jayawijaya, Senin(1/10/2018). (foto: pasificpos)   WAMENA, T...
Bawaslu: 32.000 Karyawan Freeport Terancam tidak ikut Pemilu 2019 JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Anggota Bawaslu Papua Ronald Manoach mengatakan sekitar 32 ribu karyawan PT Freeport Indonesia terancam tidak memilih dalam Pemilu 2019 karena ...
Pemkab Biak Numfor Larang Pejabat OPD Keluar Daerah BIAK, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor, Papua, melarang pejabat pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) keluar daerah selama persiapan sidang...
TNI Gelar Pengobatan Massal di Tingginambut PUNCAK JAYA, TAJUKTIMUR.COM - Tim Pembinaan Masyarakat TNI/Polri bersama dengan Kodim 1714/Puncak Jaya menggelar bakti sosial berupa pengobatan massal dan pembagian paket...
Polda Papua Kirim Tim Kesehatan ke Sulteng JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengirimkan tim kesehatan dan trauma healing atau psikologi untuk membantu warga Palu, Sigi, dan Donggala, di S...
Kanal: Papua