Loading...

Polisi Mimika Belum Temukan Keterkaitan Amunisi dengan Intelijen Asing

JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Mimika belum menemukan keterkaitan penemuan ratusan amunisi di sebuah rumah Jalan Freeport, Kompleks Bendungan pada Sabtu pagi dengan peran intelijen asing atau JFS, warga Polandia yang ditetapkan sebagai tersangka kasus makar.

“Belum kami dapatkan, termasuk dengan jaringan JFS warga Polandia, tapi tetap kita dalami,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Kota Jayapura, Sabtu.

Menurut dia, ditemukannya ratusan amunisi berbagai jenis, senjata api rakitan dan bom molotov dengan delapan warga di Jalan Freeport, Kompleks Bendungan akan terus dikembangkan satu persatu, sejauh mana peran dari masing-masing orang, amunisi dan senjata rakita dari mana asalnya termasuk ada oknum warga yang masih kami kejar, yang diduga sebagai saksi utama.

“Kami akan kumpulkan, dicek satu persatu. Kami belum tahu persis oknum warga yang kami kejar ini adalah yang aktif dalam penyediaan peluru,” katanya.

Ketika ditanya apakah kasus ini ada hubungan dengan penangkapan jaringan dari Timor Leste di Jakarta yang membawa senjata termasuk keterlibatan oknum TNI dan Polri, Kamal menyampaikan bahwa hal itu masih dicek dan didalami.

“Kami masih dalami, bisa iya, bisa tidak, pasti akan mengerucut. Sementara soal peluru atau amunisi yang ditemukan tadi itu masih juga diselidiki, kan nanti ada keterangan dari para tersangka dan saksi,” katanya.

Kamal juga mengemukakan bahwa dengan adanya penemuan ratusan amunisi tersebut, Kabupaten Mimika menjadi salah satu daerah yang paling rawan dilakukan penyelundupan senjata api dan amunisi.

“Termasuk Nabire dan Kabupaten Jayawijaya. Jayawijaya ini bisa lewat jalan darat. Kami harapkan agar warga tetap waspada dan melaporkan hal-hal yang mencurigakan,” katanya.

Pada Senin pekan ini, seorang pelajar berinisial RW (20) kedapatan membawa 153 butir amunisi dan uang tunai sebanyak Rp110 juta ketika akan terbang ke Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Ratusan amunisi dan uang tersebut yang ditaruh dalam ransel terdeteksi mesin x-ray di Bandara Moses Kilangin, sehingga petugas bandara bekerja sama dengan aparat keamanan setempat langsung menangkap RW dan membawa ke Polres Mimika.

Berdasarkan keterangan RW, akhirnya aparat gabungan Polri dan TNI melakukan penggeledahan dan menangkap delapan warga berserta ratusan amunisi berbagai jenis, satu pucuk senjata api rakitan dan sejumlah dokumen di sebuah rumah yang terletak di Jalan Freeport, Kompleks Bendungan, Kabupaten Mimika, Papua pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIT.

Pada saat melakukan penggeledahan itu, barang bukti yang ditemukan diantaranya amunisi kaliber 5,56 sebanyak 104 butir, amunisi revolver sebanyak 11 butir, amunisi 7,62 sebanyak 1 butir, bom molotov atau rakitan sebanyak 7 botol, dan logo bintang kejora.

“Ada juga sejumlah dokumen, handphone, hard disk, parang, busur beserta anak panah, kapak dan tombak. Sementara inisial kedepalan warga yang diduga merupakan aktivis KNPB adalah TG, HW, HE, PN, EH, NA, JK, dan YW,” kata Kamal.

Namun, diantara delapan nama tersebut masih ada oknum warga yang merupakan dari kelompok itu telah melarikan diri, sehingga jajaran Polres Mimika dibantu TNI masih melakukan pengejaran.

Berita Lainnya
Ini Respons Polda Papua Soal Beredarnya Isu Warga Sipil Tewas JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Beredar kabar sejumlah warga sipil Papua tewas, akibat kontak tembak anta...
KKSB Giring Opini Memojokan TNI-Polri JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Kapendam XVII Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengimbau kepada selu...
Satu Jasad Korban Kelompok Bersenjata Papua Ditemukan JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Tim gabungan TNI dan Kepolisian Indonesia yang dikerahkan dalam operasi p...
Bupati Jayapura Apresiasi Upaya Pelestarian Cagar Alam Cycloop JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengapresiasi upaya pelestarian cagar al...
KKB Ganggu Proses Evakuasi Jenazah TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Infantri Muhammad Aidi, m...
Kanal: Papua