Loading...

Ratusan Pengungsi Kenyam Meninggalkan Asmat Menuju Timika

TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM — pengungsi Kenyam, Kabupaten Nduga, tengah berlayar menuju Pelabuhan Paumako Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa petang.

Salah seorang warga Agats, Asmat, Eddy yang dihubungi Antara dari Timika, Selasa, mengatakan para pengungsi yang terdiri atas orang dewasa dan anak-anak telah berangkat meninggalkan Pelabuhan Agats pada Selasa petang sekitar pukul 15.30 WIT menggunakan KM Sirimau menuju Pelabuhan Paumako Timika.

“Diperkirakan mereka akan sampai di Pelabuhan Paumako Timika pada Rabu (4/7) sekitar pukul 01.00 WIT. Biaya tiket kapal mereka diurus oleh Pemkab Asmat melalui Dinas Sosial,” kata Eddy.

Ia mengatakan seluruh pengungsi Kenyam, Kabupaten Nduga yang berangkat menuju Timika itu merupakan warga non Papua etnis Toraja dan Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan.

Mereka rata-rata berprofesi sebagai pedagang, peternak dan buruh bangunan yang selama bertahun-tahun bermukim di Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga.

Sebelum berangkat menuju Pelabuhan Paumako Timika, seratusan pengungsi Kenyam tersebut ditampung sementara di Rumah Tongkonan (rumah adat Suku Toraja) di Agats, Asmat.

Sebelumnya pada Minggu (1/7) malam, sebanyak 45 warga pengungsi Kenyam asal Toraja sudah terlebih dahulu tiba di Timika menggunakan KM Tatamailau.

Salah seorang pengungsi Kenyam, Anton Mika Payung mengatakan ratusan pengungsi meninggalkan Kenyam, Kabupaten Nduga melalui Batas Baru yang merupakan perbatasan Kabupaten Nduga dengan Kabupaten Asmat.

Kemudian, para pengungsi menempuh perjalanan sekitar sembilan jam menggunakan perahu motor menyusuri jalur sungai untuk menuju ke Agats, ibu kota Kabupaten Asmat.

Pada Senin (25/6), Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata/KKSB menembaki pesawat Twin Otter milik Trigana Air di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga yang melulai pilot. KKSB kemudian melarikan diri sambil menembak dan membacok warga sipil hingga menewaskan tiga korban yang sedang berjualan di area bandara tersebut.

Tiga korban tewas atas nama Zaeanal Abidin, warga asal Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan, serta pasangan suami istri Hendrik Sattu Kola dan Margaretha Poli, warga asal Toraja Utara Sulawesi Selatan.

Putra dari pasangan Hendrik-Margareta yang baru berusia enam tahun, Arjuna Kola, tak luput dari kebrutalan KKSB.

Arjuna mengalami lula bacok serius di bagian wajah hingga harus menjalani operasi di RSMM Timika.

KKSB yang melakukan penyerangan di Kenyam diduga kuat merupakan kelompok wilayah Mugi Ndugama pimpinan Egunius Kogoya.

Kelompok ini juga melancarkan serangan penembakan di sejumlah fasilitas pemerintahan di Kenyam seperti Kantor Bappeda Nduga dan Kantor Badan Pengelola Keuangan Nduga pada Rabu (27/6).

Berita Lainnya
Papua Gunakan Sistem Noken dalam Pemilu 2019 JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 12 kabupaten di Papua, dalam pemilu 17 April mendatang masih men...
PMI Percepat Penanggulangan Bencana Banjir di Sentani JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Palang Merah Indonesia (PMI) berupaya mempercepat penanggulangan bencana ...
BSMI: Warga Sentani Masih Perlu Bantuan Hidup Dasar TAJUKTIMUR.COM, Sentani -- Korban banjir besar di Sentani, Papua masih membutuhkan bantuan kehidupa...
Ini Usulan Langkah Strategis Selesaikan Konflik Separatis di Papua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Serangan kelompok separatis bersenjata di Papua kembali menelan korban 3 o...
KKB Kembali Menyerang, Ini Penjelasan Kapuspen TNI JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi mengatakan pasukan ...
Kanal: Papua