Loading...

Ribuan Nelayan di Nabire Belum Memiliki Kartu Nelayan

NABIRE, TAJUKTIMUR.COM – Ribuan nelayan di Kabupaten Nabire hingga saat ini belum memiliki kartu nelayan, kendati Dinas Kelautan dan Perikanan setempat telah membagikannya sejak tahun 2017 lalu.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nabire, Imelda Sambikakki, S.Pi mengatakan berdasarkan data yang ada, jumlah nelayan di Kabupaten Nabire saat ini mencapai 3.522 orang, terdiri dari nelayan pesisir dan yang berada di Kota Nabire. Lebih khusus di Distrik Nabire yang memiliki nelayan terbanyak yaitu 2.406 orang.

“Dari jumlah 3.522 orang nelayan Kabupaten Nabire tersebut, hanya 1.209 orang yang telah memiliki kartu nelayan. Dan dari 1.209 orang nelayan itu, 678 merupakan nelayan asli papua dan non papu 351 orang,” ungkap Imelda Sambikakki.

Ia menjelaskan banyak nelayan di Nabire yang belum memiliki kartu nelayan dikarenakan belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan umumnya mereka ini merupakan nelayan yang berada di Wilayah Pesisir Kabupaten Nabire.

“Penerbitan kartu nelayan merupakan wujud penghargaan pemerintah melalui kementerian kelautan dan perikanan terhadap profesi nelayan. Kepemilikan kartu nalayan, diharapkan menjadi materi kongkret proses pemberdayaan nelayan sebagai mitra pemerintah dalam pengelolaan sumberdaya perikanan dan upaya juga peningkatan pendapatan secara berkelanjutan, efektif dan tepat sasaran. Hal ini sebagai upaya juga untuk melindungi nelayan dari intervensi adanya migrasi dari profesi lainnya yang ikut menangkap ikan tanpa izin, sehingga dikemudian hari, hanya pemegang kartu yang boleh melakukan penangkapan ikan di laut secara sah,” katanya.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nabire, Imelda Sambikakki minta kepada nelayan di daerah ini yang belum memiliki kartu nelayan segera membuat kartu nelayan, mengingat banyak manfaat diterima nelayan dari kartu ini, di antaranya untuk mendapatkan asuransi nelayan, bbm bersubsidi, bantuan sarana dan prasarana tangkap ikan, asuransi kesehatan nelayan, dan sertifikasi hak atas tanah nelayan.

Berita Lainnya
Papua Gunakan Sistem Noken dalam Pemilu 2019 JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 12 kabupaten di Papua, dalam pemilu 17 April mendatang masih men...
PMI Percepat Penanggulangan Bencana Banjir di Sentani JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Palang Merah Indonesia (PMI) berupaya mempercepat penanggulangan bencana ...
BSMI: Warga Sentani Masih Perlu Bantuan Hidup Dasar TAJUKTIMUR.COM, Sentani -- Korban banjir besar di Sentani, Papua masih membutuhkan bantuan kehidupa...
Ini Usulan Langkah Strategis Selesaikan Konflik Separatis di Papua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Serangan kelompok separatis bersenjata di Papua kembali menelan korban 3 o...
KKB Kembali Menyerang, Ini Penjelasan Kapuspen TNI JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi mengatakan pasukan ...
Kanal: Papua