Loading...

Ribuan Umat Kristiani Padati Gereja Siloam Waena

JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM – Ribuan umat Kristiani memadati Gereja GKI Siloam di Waena, Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, untuk mengikuti ibadah Natal malam kudus 24 Desember 2018

Pantauan Antara, Senin malam, gedung Gereja GKI Siloam Waena, Abepura, Kota Jayapura dipadati ribuan umat yang datang beribadah hingga memadati halaman bagian depan gereja, dan gedung serba guna lantai satu yang berada disamping kiri gereja.

Meskipun pengelola gereja/majelis menyediakan kursi tambahan di halaman bagian depan gereja dan di gedung gereja tetapi tidak mampu menampung umat yang datang beribadah.

Tampak pengelola gereja /majelis sibuk mengantarkan umat yang terlambat datang untuk mencari tempat duduk.

Ibadah diawali dengan penyalaan lilin secara bersama-sama dan lampu dipadamkan. Masing-masing umat membakar lilin berukuran kecil yang diberikan oleh pengelola gereja.

Umat membakar lilin dan memegang lilin ditangan sambil bernyanyi dari Nyanyian Rohani 31 :1-3 “malam kudus.”

Penyalaan lilin langsung dipandu oleh pelayan ibadah pendeta Yosina Rejauw.

Di dalam gereja hingga bagian depan dan samping gereja dipasangi layar lebar guna mempermudah umat yang ada diluar gedung agar mengikuti jalannya ibadah.

Pendeta Yosina Rejauw yang memimpin ibadah malam kudus mengajak umat untuk membaca Alkitab dari Lukas 2 : 8-20.

Dalam khotbahnya, pendeta Yosina mengatakan tema malam kudus kali ini yakni “Memuliakan dan Menghormati Raja Damai. Menurut dia, sebelum memasuki malam kudus,

“Malam hari ini adalah malam yang khusus, kita duduk dan merenungkan dan mengevaluasi hidup kita,” ujarnya.

Kisah kelahiran Yesus ini sangat unik dan luar biasa, karena kelahiran Yesus melibatkan peran kerjasama sorga dan bumi yakni malaikat, Yusuf dan Maria, dan kemudian kepada para gembala.

Dari kesemuannya itu menyatakan bahwa akan datang raja damai, penebus dosa manusia, seluruh dunia akan didamaikan dengan damai.

Yosina menyebutkan sebelumnya Allah menciptakan Adam dan Hawa lalu menempatkan mereka hidup dengan baik dan mempunyai hubungan yang baik dengan Allah, namun mereka berbuat dosa yang tidak bisa dikomproni sehingga Allah mengusir mereka keluar dari taman eden.

Walaupun hubungan manusia pertama yakni Adam dan Hawa rusak, mengakibatkan banyak tantangan, penyakit, rintangan, marah bahaya, bahkan bencana alam, dimana-mana terdapat penindasan dan air mata.

Dari hubungan yang rusak ini maka Allah mengutus raja damai itu untuk mendamaikan dunia.

Allah juga memakai hal-hal sederhana, orang-orang rendah, jauh dari keramaian tidak menikmati sukacita justru dipakai Allah untuk mempermalukan dunia dengan segala dosa.

Kelahiran Yesus Kristus telah memberi terang bagi dunia, kelahiran Yesus itu memberikan keselamatan, kelahiran Yesus juga telah mengubah ketakutan menjadi sukacita.

“Yang terindah adalah dunia telah didamaikan kembali, hidup kita dipulihkan kembali,” ujarnya.

Bagian lain yang penting yakni dengan perayaan Natal ini setiap umat diharapkan duduk bersama untuk merenungkan kehidupan pribadinya masing-masing.

Berita Lainnya
Papua Gunakan Sistem Noken dalam Pemilu 2019 JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 12 kabupaten di Papua, dalam pemilu 17 April mendatang masih men...
PMI Percepat Penanggulangan Bencana Banjir di Sentani JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Palang Merah Indonesia (PMI) berupaya mempercepat penanggulangan bencana ...
BSMI: Warga Sentani Masih Perlu Bantuan Hidup Dasar TAJUKTIMUR.COM, Sentani -- Korban banjir besar di Sentani, Papua masih membutuhkan bantuan kehidupa...
Ini Usulan Langkah Strategis Selesaikan Konflik Separatis di Papua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Serangan kelompok separatis bersenjata di Papua kembali menelan korban 3 o...
KKB Kembali Menyerang, Ini Penjelasan Kapuspen TNI JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi mengatakan pasukan ...
Kanal: Papua