Loading...

TNI-POLRI Manunggal Bersama Rakyat Kibarkan Merah Putih Di Waa Banti-Papua

TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM – TNI-POLRI bersama masyarakat di Waa Banti, Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika, Papua mengibarkan Bendera Merah Putih berukuran raksasa (besar dan panjang) dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73, Rabu pagi (01/08/2018). Dikatakan berukuran raksasa karena bendera Merah Putih tersebut berukuran 17 x 4 meter atau lebih besar dari ukuran pada umumnya.  Tiga lembar bendera Merah Putih raksasa dan panjang tersebut dibentangkan secara beramai-ramai dibeberapa tempat.

Dengan sangat antusias masyarakat setempat ikut serta dalam pengibaran bendera tersebut. Bersama sejumlah aparat TNI dan POLRI, Warga Wa abanti mengibarkan Bendera Merah Putih di 3 titik lokasi berbeda, yakni di Utikini, Takabera dan Opitawak. Lokasi-lokasi pengibaran bendera raksasa ini ditentukan sendiri oleh warga setempat.

Tokoh-tokoh masyarakat setempat juga terlibat langsung dalam pengibaran bendera, diantaranya Kepala Suku Kimbeli  Kamaniel Waker, Pendeta Hengky Magal, Pendeta Teprianus Tabuni, serta tokoh pemuda Mendinus Magai (Kodok) dan tokoh intelektual muda Bokir Waker.

Aparat TNI dipimpin oleh Danramil 1710/04 Tembagapura Kapten Inf Mulia Adi Dharma, sedangkan Polri dipimpin oleh Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto. Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut Kasatgas Amole AKBP Simon Sahureka dan Komandan Subsatgas TNI Mayor Inf Saud Nainggolan.

Wilayah Waa Banti selama ini dikenal sebagai basis Kelompok Kriminal Separatisme Bersenjata (KKSB) Tembagapura. Walaupun sebenarnya keberadaan KKSB di sekitar wilayah itu sangat meresahkan warga karena mereka sering meneror dan mengancam warga sipil di sekitar Tembagapura.

Pada bulan November 2017 kelompok separatis KKSB menyandera 315 warga sipil di Waa Banti. Lalu pada bulan Maret 2018 KKSB membakar beberapa fasilitas umum masyarakat antara lain rumah sakit, gedung sekolah SD dan SLTP, kantor distrik, serta membakar rumah Kepala Suku. Pada bulan April 2018 KKSB juga melakukan penganiayaan dan pemerkosaan terhadap guru-guru yang mengajar anak-anak Papua di pedalaman kampung Aroanop, Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika.

Ulah KKSB yang selalu menyusahkan masyarakat setempat telah menimbulkan sikap antipati warga terhadap keberadaan KKSB di wilayah itu. Hal ini diketahui berdasarkan keterangan dari warga setempat yang pagi ini hadir dan ikut mengibarkan bendera di Waa Banti.

“Kami turut mengibarkan Bendera Merah Putih karena kami ingin menyampaikan pesan bahwa kami warga asli Papua di Waa Banti sangat mencintai NKRI dan kami secara tegas menolak ide-ide separatis yang selama ini selalu dipaksakan oleh TPN OPM kepada kami”, ungkap salah seorang warga yang ikut dalam pengibaran bendera.

Selain 3 bendera Merah Putih berukuran besar juga terdapat 300 bendera Merah Putih dengan ukuran standar yang akan dikibarkan di seluruh wilayah Waa Banti untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-73. Rencananya pada puncak peringatan HUT RI ke-73 nanti akan dilaksanakan upacara bendera tanggal 17 Agustus 2018 di Mile 68 Tembagapura, yang akan dihadiri oleh sejumlah  tokoh, mulai dari tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Berita Lainnya
PJN Belum Proteksi Kawasan Longsor di Jalan TransPapua WAMENA, TAJUKTIMUR.COM - Pelaksana Jalan Nasional (PJN) I Jayapura, Provinsi Papua, belum memproteks...
1300 Personil Gabungan Siap Amankan Kunjungan Presiden di Merauke MERAUKE, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 1.300 Personil gabungan dipersiapkan untuk pengamanan V-V-I-P kun...
Kemendikbud Dorong Pemberantasan Buta Aksara di Papua ASMAT, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong partisipasi pe...
Kapolda Papua Berikan Penghargaan kepada 20 Personel Brimob JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin memberikan penghargaan kepada 20 ...
Pemkab Mimika akan Bayar Utang kepada Kontraktor TIMIKA, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, akan membayar utang kepada PT ...
Kanal: Papua