Loading...

Tips Ibu Bekerja Bagi Waktu untuk Keluarga

PERTANYAAN:

Dear ibu Novita,
Saya adalah ibu pekerja paruh waktu. Dalam seminggu saya bekerja 4 sampai 5 hari dengan durasi jam kerja dari pagi sampai siang.

Sebenarnya saya sangat menikmati kehidupan saya sebagai ibu rumah tangga.

Saya bahagia berada di rumah, mengurus anak, bermain bersama, memasak dan mengurus pekerjaan lainnya selayaknya ibu rumah tangga lainnya.

Sehingga ketika waktu saya harus bekerja di luar rumah, saya sulit menemukan mood booster saya. Sepertinya “love what you do” tidak saya rasakan. Terlebih lagi jika memulai di hari Senin. Sungguh sangat tidak menyenangkan.

Mohon solusi untuk saya yang hate Monday. Terima kasih banyak.

 

Cut Mawar,Banda Aceh

 

JAWABAN:

 

Dear ibu Mawar
Jika saya tangkap dari pertanyaan ibu, ibu Mawar lebih menikmati hari-harinya dihabiskan bersama keluarga dengan melakukan kegiatan di rumah.

Sedangkan di satu sisi ibu harus bekerja di luar rumah sebagai pekerja paruh waktu yang menghabiskan 4-5 hari kerja selama seminggu namun merasa mengalami kesulitan untuk menemukan passion dan mood booster selama bekerja, terlebih pada hari Senin.

Sebelumnya saya ingin mengatakan bahwa saya kagum pada sosok ibu yang mampu berperan ganda membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan di luar rumah.

Tentunya untuk membagi waktu secara baik, ibu memiliki manajemen waktu yang baik pula. Hanya saja disini saya melihat adanya konflik peran yang dihadapi antara harapan untuk dapat menjalankan peran penuh sebagai seorang ibu rumahtangga, di sisi lain sebagai pekerja ibu belum menemukan kecintaan pada bidang kerja yang ditekuni.

Terkait dengan hal tersebut beberapa saran yang bisa saya sampaikan adalah:

  1. Refleksikan kembali mengapa ibu melakukan pekerjaan paruh waktu di luar rumah, motivasi apakah yang mendasari ibu melakukan pekerjaan tersebut. Dengan melakukan refleksi kembali pada motivasi dan tujuan awal, diharapkan akan memunculkan kembali semangat dan gairah ibu saat melakukan pekerjaan.
  2. Banyak yang mengatakan tak kenal maka tak sayang. Begitupula yang dapat ibu terapkan dalam melakukan pekerjaan. Pelajari lebih dalam mengenai pekerjaan yang ibu lakukan, tekuni dan pahami manfaat yang ibu dapatkan saat menjalani pekerjaan tersebut, pelajari lebih dalam manfaat yang bisa ibu berikan pada orang lain, siapa saja yang bisa mendapatkan manfaat dari apa yang ibu kerjakan. Memahami bahwa pekerjaan yang ibu lakukan memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain, secara perlahan dapat menumbuhkan rasa cinta pada pekerjaan yang dilakukan serta meningkatkan perasaan untuk menghargai diri sendiri
  3. Jika pekerjaan yang ibu lakukan saat ini tidak ibu sukai, jadikan hal tersebut sebagai suatu tantangan. Taklukkan tantangan yang ada, ubah pola berpikir menjadi positif, misalkan untuk sesuatu yang dianggap membosankan menjadi suatu tantangan kesabaran atau sesuatu yang menakutkan menjadi suatu tantangan untuk menaklukkan diri.
  4. Lakukan kegiatan yang menekankan quality time dengan anak dan keluarga sehingga saat tiba waktunya ibu pergi bekerja, ibu telah memiliki kepuasan emosi serta tabungan emosi positif.
  5.  Menerima situasi dan kondisi yang sedang kita jalani dalam kehidupan. Bersyukur dengan berusaha melakukan yang terbaik yang dapat kita berikan pada Tuhan dan jadikan segala kegiatan yang kita lakukan atas dasar ibadah sehingga kita dapat mencintai apapun yang kita kerjakan.
  6. Malam hari sebelum berangkat kerja, imajinasikan hal-hal menarik yang akan dilakukan, juga persiapkan segala sesuatunya dengan rapi. Ada saatnya ibu kenakan sesuatu yang berbeda. Misalkan jika ibu lebih banyak menggunakan warna gelap, sesekali gunakan warna yang cerah. Menggunakan warna cerah juga salah satu cara untuk membantu meningkatkan mood booster.

Demikian semoga dapat membantu ibu untuk menjalani hari menjadi lebih baik.
Salam,


Rubrik tanya jawab Psikologi Keluarga/Parenting ini diasuh oleh Novita Pratiwi,S.Psi.,M.Psi.,Psikolog.,CH.t (Abhinaya Consulting dan
BIPI Consulting Jl. Pejaten Raya 10 A. Jakarta Selatan). Kirim pertanyaan Anda ke: Abhinayaconsulting@gmail.com


Berita Lainnya
Kiat Membuat Anak Malas Menjadi Produktif PERTANYAAN Kenapa sih saya punya keponakan usia sudah 12 tahun tapi kok malas kalau diberi tugas rumah, seperti menyiram tanaman, menyapu atau mencuci piring kotor sen...
Tanda Anak Siap Masuk Sekolah Dasar PERTANYAAN: Apakah yang menjadi standar kesiapan anak untuk masuk ke tingkat Sekolah Dasar? Karena selama ini yang saya tahu salah satu syarat masuk SDN adalah berusia 7...
Kanal: Parenting