Loading...

Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Berpeluang Rebut ‘Undecided Voters’

AMBON, TAJUKTIMUR.COM —- Tiga pasangan calon Gubernur/Cawagub Maluku berpeluang merebut 6,39 persen suara rakyat yang belum menentukan pilihan mereka (undecided voters) pada Pilkada 27 Juni 2018.

“Kesimpulan kami untuk tiga pasangan calon masih memiliki peluang yang sama dengan catatan yang mampu melakukan treatmen dan konsolidasi yang dilakukan haruslah bersifat masif dan terukur untuk merebut hati pemilih rasional,” kata Direktur Operasi Parameter Konsultindo, Edison Lapalelo di Ambon, Minggu.

Dari survei yang dilakukan pada tanggal 10 – 17 Juni 2018 dengan menggunakan 1.200 sampel untuk responden dari 11 kabupaten/kota menempatkan paslon dari jalur independen Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (Hebat) lebih diunggulkan dalam meraih dukungan suara sebesar 33,07 persen.

Kemudian paslon Murad Ismail-Barnabas Orno (Baileo) menempati posisi kedua dengan dukungan responden sebesar 30,09 persen dan paslon petahana Said Assagaff-Andreas Rentanubun (Santun) meraih 29,91 persen.

Sementara jumlah suara rakyat yang belum menentukan pilihan mereka sebesar 6,39 persen.

“Jadi treatmen pada masa tenang antara tanggal 24 hinga 26 Juni 2019 ini menjadi penentu kemenangan bagi setiap pasangan calon,” ujarnya.

Lembaga ini juga mengukur tingkat penggunaan politik uang masih bisa diterima atau tidak dalam pilkada Maluku dan didapati angka sebesar 14,28 persen responden menyatakan masih menerima dan angka ini sebenarnya sangat riskan.

“Kita punya data tentang ini dan tahu di kabupaten mana yang terjadi sebaran ini sampai pada tingkat kecamatannya namun hanya menjadi konsumsi internal, sedangkan yang menolak money politic 14,54 persen dan tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 71,18 persen,” katanya.

Responden yang disurvei juga menyatakan jika paslon gubernur yang dipilih nantinya akan mememankan pilkada Maluku untuk paslon petahana `Santun` sebesar 29,91 persen, terdiri dari mereka yang sangat yakin 73,24 persen, tidak yakin 16,25 persen dan tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 10,52 persen.

Selanjutnya untuk pasangan `Baileo` 30,09 persen yang terdiri atas responden yang merasa sangat yakin sebesar 72,25 persen, tidak yakin 17,21 persen, dan tidak tahu 10,54 persen.

Untuk paslon independen dengan jargon `Hebat` sebesar 33,07 persen yang terdiri atas responden yang merasa sangat yakin 79,36 persen, tidak yakin 10,14 persen, dan tidak tahu 10,50 persen.

“Hasil survei yang kami lakukan ini bisa dikombain dengan dua lembaga survei lainnya dan bukan untuk diperdebatkan,” kataa Edison.

Berita Lainnya
AHM-Rivai Bawa Kasus KPU Maluku Utara ke DKPP TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur/Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut), Ahma...
KPU Tolak Rekomendasi Bawaslu Diskualifikasi Paslon AGK-YA TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara menolak rekomendasi Bawaslu untuk...
AHM-Rivai Bawa Persoalan Pilkada Maluku Utara ke PTUN dan DKPP TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus-Riva...
KPU Pelajari Rekomendasi Bawaslu Terkait Diskualifikasi Paslon TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku Utara mempelajari rekomendasi Bawasl...
Bawaslu Minta Gubernur Malut Tunda Kunjungan ke Daerah PSU TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku Utara (Malut) meminta Gubernur Malu...
Kanal: Pilkada