Loading...

Ilmuwan Temukan Burung Mirip Dinosaurus Berbulu Pelangi di China

WASHINGTON (TAJUKTIMUR.COM) – Awal pekan ini para ilmuwan mengumumkan temuan spesies burung yang mirip dinosaurus dari daratan Cina. Spesies ini disebut seukuran burung gagak dan memiliki bulu berwarna-warni bak pelangi. Ia diperkirakan hidup 161 juta tahun yang lalu di zaman Jurassic.

Burung itu dinamakan Caihong yang dalam bahasa Mandarin berarti pelangi. Nama lengkap burung tersebut adalah Caihong juji yang artinya pelangi dengan kepala yang besar. Burung ini memiliki bulu berwarna hitam di badan namun bagian lehernya dan kepalanya berbulu warna-warni.

Kesimpulan itu diperoleh setelah ilmuwan melakukan penelitian struktur secara mikroskopik. Fosil Caihong, yang ditemukan di Provinsi Hebei, mengindikasikan bahwa spesies ini punya bulu yang berkilau. Ahli biologi evolusi dari Field Museum Chicago, Chad Eliason, menyatakan temuan Caihong menunjukkan bahwa zaman Jurassic ‘lebih berwarna-warni daripada yang kita kira selama ini’.

Dalam publikasi yang dimuat dalam jurnal Nature Communication, disebutkan bahwa para peneliti mendeteksi kandungan melasonom pada bulu Caihong. Kandungan tersebut bertanggung jawab terhadap warna pigmen. Komposisi melasonom pada Caihong disebut mirip dengan spesies kolibri yang juga punya bulu warna-warni. Bulu beraneka warna itu dianggap sebagai cara hewan ini menarik minat lawan jenisnya.

Kendati masuk dalam keluarga burung, ilmuwan meragukan kemampuan terbang Caihong. Binatang ini merupakan predator berkaki dua yang mempunyai gigi-gigi tajam. Ia memburu mamalia kecil dan kadal sebagai makanan sehari-hari.

Banyak spesies dinosaurus yang berbulu. Burung-burung yang punya bulu diperkirakan hidup di akhir zaman Jurassic. Bulu-bulu Caihong dideskripsikan serupa bulu yang biasa digunakan sebagai pena namun punya struktur asimetris. Bentuk asimetris ini kemungkinan berfungsi sebagai kemudi tatkala ia terbang.

“Hewan ini sangat mirip dengan burung-burung jenis Archaeopteryxyang hidup 150 juta tahun lalu,” kata Xing Xu yang merupakan paleontologis di Chineses Academy of Sciences.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
WhatsApp Tingkatkan antarmuka Panggilan Grup di iOS JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Aplikasi perpesanan punya Facebook, WhatsApp, belum lama ini merilis versi...
Pengguna PS 4 Diblokir Gara-Gara Username SARA JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Seorang pengguna PlayStation 4 di tengah kebingungan karena tiba-tiba tida...
Alat Penerjemah Bahasa Isyarat ITB Menang di Korea BANDUNG, TAJUKTIMUR.COM - Tim gabungan dari mahasiswa ITB dan Gwangju University memperoleh pengharg...
Gara-Gara Bug, Password Instagram Sempat Bocor JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Instagram memperingatkan sejumlah pengguna bahwa kata kunci akun mungkin s...
Google Maps Miliki Fitur Mengirim Pesan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Google mempermudah pemilik usaha untuk mengaktifkan Profil Bisnis pada pla...
Kanal: Tekno