Loading...

Jan Koum, Pendiri WhatsApp Akan Keluar dari Facebook

SAN FRANSISCO, TAJUKTIMUR.COM — Salah satu pendiri aplikasi pesan instan WhatsApp, Jan Koum, mengumumkan pada Senin bahwa dia akan meninggalkan perusahaan induk WhatsApp, Facebook.

WhatsApp dibeli oleh Facebook pada 2014 seharga USD 19 miliar.

Layanan tersebut dikembangkan pada 2009 oleh Koum dan Brian Acton, yang meninggalkan Facebook pada tahun lalu dan baru-baru ini mengkritik pemilik WhatsApp sebagai pihak ceroboh terhadap data pengguna.

Menurut laporan Washington Post, Koum meninggalkan Facebook terkait cara perusahaan tersebut menggunakan data para pengguna, namun dalam pernyataan resminya dia tidak mengungkapkan perasaannya terhadap isu tersebut.

“Hampir satu dekade sejak Brian dan saya merintis WhatsApp, dan ini merupakan perjalanan yang menakjubkan bersama dengan beberapa orang berkualitas terbaik,” tulis Koum dalam postingan Facebook.

“Namun kini waktunya bagi saya untuk lanjut. Saya sungguh diberkati karena bisa bekerja sama dengan tim kecil dan melihat bagaimana fokus bersama dapat menghasilkan sebuah aplikasi yang dipakai oleh banyak orang di seluruh dunia.”

Koum tidak mengungkapkan kapan pastinya dia akan pergi meninggalkan perusahaan.

Kepala Eksekutif Facebook Mark Zuckerberg menjawab postingan Koum itu dan mengatakan bahwa dia menghormati keputusan Koum.

“Saya akan merindukan kerjasama dengan Anda,” tulis Zuckerberg.

“Saya bersyukur untuk semua hal yang telah Anda lakukan untuk membantu menghubungkan dunia, dan untuk semua yang telah Anda ajarkan pada saya, termasuk tentang enkripsi dan kemampuan untuk mengambil daya dari sistem pusat dan memasukkan kembali dayanya. Nilai-nilai itu akan selalu menjadi nilai inti WhatsApp.”

Cara penanganan data pengguna Facebook beberapa bulan belakangan ini menjadi skandal menyusul terungkapnya firma konsultansi politik Cambridge Analytica yang mengakses data pribadi milik jutaan pengguna Facebook di Amerika tanpa izin.

Saham Facebook sedikit menurun pada Senin di tengah-tengah berita ini dan saham ditutup satu persen pada USD 172.

Berita Lainnya
Ini Penjelasan Soal Instagram kehilangan hingga ribuan pengikut dalam semalam JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengguna Instagram di seluruh dunia menemukan kenyataan bahwa jumlah pengi...
WhatsApp akan Hentikan Layanan untuk HP Jadul JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tepatnya 1 Februari 2020, WhatsApp akan menghentikan layanan untuk telepo...
Facebook Hapus Ratusan akun Penyebar Berita Palsu JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Facebook mengatakan telah menghapus ratusan akun Facebook dan Instagram se...
Microsoft Hentikan Dukungan Windows 10 Mobile JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Era smartphone bersistem operasi Windows atau yang biasa disebut Windows P...
YouTube hentikan ‘share’ otomatis ke Twitter dan Google+ JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengguna dan pembuat konten YouTube mulai 31 Januari ini tidak akan bisa l...
Kanal: Tekno