Loading...

Mahasiswa ITS Ciptakan Baterai Gel dari Tomat

SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM —- Tiga mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yakni Febrilia Agar Pramesti, Abduh Muharram Chairacita, dan Putri Augista Nur Azizah menciptakan baterai gel memanfaatkan sari buah tomat sebagai pengganti zat kimia berbahaya pada baterai.

Randy Yusuf Kurniawan di Surabaya, Minggu mengatakan dalam komposisinya, baterai memiliki elektrolit (zat kimia) yang berbahaya bagi lingkungan, seperti lithium dan timbal. Terlebih, jika zat tersebut bereaksi akan menimbulkan ledakan dan keracunan pada tubuh.

“Buah tomat berasa asam tersebut diukur keasamannya melalui kadar vitamin C dan menghasilkan 10-40 miligram vitamin C per 100 gram tomat. Tomat yang menjadi bahan uji adalah tomat mentah sampai masak dengan mengambil sari tomat terlebih dahulu dengan cara dijus kemudian diuji,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa asam sebagai sumber proton, ketika bereaksi dengan elektroda menghasilkan elektron yang mengalir ke sirkuit luar sehingga terjadi aliran listrik.

“Tetapi, sari tomat tersebut masih berbentuk cairan, di mana elektrolit yang berupa cairan menghasilkan tegangan listrik yang kecil,” ujarnya.

Sebelum dirangkai menjadi baterai, sari tomat ditambahkan biopolimer berupa agarose untuk menjadi elektrolit berbentuk gel. Penambahan agarose mampu meningkatkan densitas atau kerapatan elektrolit.

“Rapatnya elektrolit membuat nilai tegangan listik menjadi tinggi,” ujar mahasiswa pascasarjana ITS asal Surabaya itu.

Sementara itu, ketua tim kelompok itu, Febrilia Agar Pramesti mengatakan tegangan listrik yang dihasilkan dan diperoleh yakni 1 volt dengan memberikan perlakuan melalui perbandingan volume sari tomat dan agarose encer sebesar 1:2. Sedangkan untuk agarose encer sendiri dibuat dengan melarutkan biopolimer agarose ke dalam air dengan perbandingan volume 1:3.

“Nilai tegangan 1 volt yang dihasilkan itu hanya dalam skala kecil. Bisa jadi jika dilakukan scale up atau pembesaran skala volume, tegangan listrik pada baterai gel ini akan lebih besar,” katanya.

Baterai gel dari buah tomat ini juga dinilai tim mampu menghasilkan tegangan dan arus yang sangat stabil. “Kami menjalankan baterai selama 30 menit, tegangannya menjadi 0,985 volt, hanya selisih 0,015 volt saja, selisih ini sangat sulit diperoleh pada penelitian baterai umumnya,” ujar Febri.

Melalui inovasi ini pun, tim berharap baterai gel dari buah tomat ini bisa digunakan oleh masyarakat sebagai baterai yang ramah lingkungan, serta mampu mengantarkan timnya untuk lolos bertarung di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 yang bakal digelar bulan Agustus mendatang di Yogyakarta.

Berita Lainnya
Twitter Hapus Jutaan Akun Palsu SAN FRANSISCO, TAJUKTIMUR.COM -- Twitter membersihkan platformnya dengan menutup jutaan akun palsu atau mencurigakan pada Kamis. Pembersihan terseb...
Gojek Ekspansi ke Empat Negara di Asia Tenggara JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi daring, GoJek memastikan telah melakukan ekspansi atau pengembangan jaringa...
WhatsApp Bakal Tandai Pesan Hasil Forward ‘Grup Sebelah’ JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Layanan olah pesan milik Facebook, Whatsapp, berencana mengurangi masalah persebaran informasi palsu dengan meluncurkan fit...
Tidak Ada Akun FB Indonesia Dicuri Cambridge Analytica JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan investigasi awal yang dilaporkan Facebook kepada pihaknya dalam surat tid...
Pengamat: Perlindungan Data Pribadi Harus dengan UU bukan Imbauan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center memandang per...
Kanal: Tekno