Loading...

Serangan Siber Masif Petya, Serang Organisasi di Seluruh Dunia

LONDON (TAJUKTIMUR.COM) – Sejumlah perusahaan di seluruh dunia dilaporkan melalui badan keamanan siber Inggris bahwa mereka telah terkena dampak serangan siber masif yang disebut sebagai “insiden ransomware global.” pada hari Selasa (27/6) kemarin.

Banyak laporan organisasi yang terkena dampak serangan siber masif ini berasal dari Ukraina, termasuk bank, perusahaan energi dan bahkan bandara utama Kiev. Bank Nasional Ukraina mengatakan telah terkena “virus yang tidak diketahui” dan mengalami kesulitan dalam memberikan layanan pelanggan dan operasi perbankan, sementara bandara internasional Kiev Boryspil juga dilaporkan terjadinya beragam jenis serangan cyber.

Perusahaan transportasi dan energi asal Denmark, Maersk telah mengkonfirmasi melalui akun twiternya bahwa sistem teknologi informasinya yang berada di beberapa lokasi terkena serangan siber ini.

Serangan tersebut juga menyerang perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Merck melalui akun twitternya menyatakan bahwa jaringan komputernya telah diganggu oleh serangan siber yang masif ini.

Perusahaan periklanan asal Inggris WPP juga melalui akun twitternya mengatakan bahwa pihaknya juga telah terkena dampak serangan cyber dan pusat keamanan siber nasional Inggris sedang menyelidiki laporan serangan tersebut.

Pusat Cybercrime Eropa, divisi cybercrime Europol, juga memantau serangan siber global tersebut. “Kami sangat menanggapi laporan serangan ransomware besar lainnya pada bisnis di Eropa,” Rob Wainwright, Direktur Eksekutif Europol mengatakan dalam sebuah Tweet.

Selain itu, akun Twitter yang menyediakan pembaruan untuk layanan Metro di Kiev Ukraina ini tampak menunjukkan sebuah komputer yang menampilkan catatan uang tebusan yang menuntut sebesar $300 yang harus dibayar melalui Bitcoin.

Keluarga ransomware Petya sangat ganas, tidak hanya mengenkripsi berkas korban dengan menggunakan salah satu algoritma kriptografi paling canggih, namun juga mengenkripsi keseluruhan hard disk dengan menimpa Master Boot Record, dengan demikian dapat mencegah komputer untuk memuat sistem operasi komputer.

Namun, meski banyak yang menduga bahwa ini adalah serangan Petya, peneliti di Kaspersky Lab mengatakan bahwa organisasi yang menjadi sasaran serangan siber dengan tebusan bentuk uang ini belum pernah terlihat oleh mereka sebelumnya.

Seperti yang dikutip dari forum.kaspersky.com berdasarkan data menunjukkan 2.000 pengguna telah diserang sejauh ini, dengan sasaran organisasi-organisasi di Rusia dan Ukraina adalah yang paling terkena dampaknya. Kaspersky juga memastikan bahwa serangan tersebut menggunakan versi modifikasi dari eksploitasi EternalBlue seperti WannaCry yang disebarkan di dalam jaringan perusahaan.

Microsoft merilis sebuah patch untuk menangani ancaman tersebut di awal tahun ini, namun karena serangan WannaCry dan sekarang insiden serangan Petya menunjukkan, banyak yang masih rentan terhadap sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft tersebut.

Selain itu, peneliti keamanan digital di perusahaan-perusahaan termasuk Recorded Future mengatakan bahwa serangan ini tampaknya memanfaatkan celah dari Command Instructions Management Command Windows (WMIC), baris perintah yang digunakan untuk menjalankan perintah manajemen sistem untuk Windows.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Ini Penjelasan Soal Instagram kehilangan hingga ribuan pengikut dalam semalam JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengguna Instagram di seluruh dunia menemukan kenyataan bahwa jumlah pengi...
WhatsApp akan Hentikan Layanan untuk HP Jadul JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tepatnya 1 Februari 2020, WhatsApp akan menghentikan layanan untuk telepo...
Facebook Hapus Ratusan akun Penyebar Berita Palsu JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Facebook mengatakan telah menghapus ratusan akun Facebook dan Instagram se...
Microsoft Hentikan Dukungan Windows 10 Mobile JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Era smartphone bersistem operasi Windows atau yang biasa disebut Windows P...
YouTube hentikan ‘share’ otomatis ke Twitter dan Google+ JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengguna dan pembuat konten YouTube mulai 31 Januari ini tidak akan bisa l...
Kanal: Tekno