Loading...

Studi: Naik Mobil Otomatis, Penumpang Lebih Stes

TAJUKTIMUR.COM — Melakukan perjalanan naik kendaraan dengan teknologi kemudi mandiri menjadi pengalaman yang membuat penumpang lebih stres ketimbang dengan naik mobil biasa, demikian satu studi yang disiarkan pada Senin (19/3) oleh Kempten University of Applied Sciences.

“Kami ingin meneliti bagaimana mobil masa depan harus dirancang agar manusia bisa mempercayai kendaraan yang mereka naiki,” kata penulis studi tersebut Bernhard Schick kepada pers mengenai alasan di balik penelitiannya.

Namun bertolak-belakang dengan kebijakan yang diterima banyak pihak, teknologi yang ada bagi kendaraan yang jalan sendiri tampaknya diterima sebagai faktor yang mengakibatkan stres tambahan dan bukan dipandang sebagai bantuan yang bermanfaat.

Schick sampai pada kesimpulan yang mengejutkan itu setelah melakukan percobaan dengan 50 peserta studi, yang berusia antara 18 dan 65 tahun dan dipantau saat mereka nik mobil dengan sistem pengaturan jalur modern.

“Tingkat stres naik pada semua orang yang dites segera setelah sistem jalan-di-jalur diaktifkan,” kata Corinna Seidler, ahli jilmu jiwa yang terlibat dalam percobaan tersebut, dalam kesimpulannya.

Seidler menjelaskan kondisi itu terutama terjadi karena perasaan yang asing mengenai menyerahkan kendali atas mobil yang melaju cepat kepada mesin, serta kecenderungan sistem untuk gagal pada kondisi tertentu. Wanita ilmuwan tersebut sering berpendapat bahwa akan diperlukan waktu sampai sistem jalan-di-jalur, apalagi kendaraan yang sepenuhnya mandiri, bisa memberi rasa keamanan yang cukup kepada penumpang.

Schick juga mengatakan bahwa, setidaknya untuk saat ini, teknologi itu “tidak cukup canggih” untuk menjamin bahwa kecelakaan dapat sepenuhnya dicegah. Walaupun berbagai studi telah meramalkan bahwa peningkatan jumlah mobil yang melaju sendiri di jalan akan menghasilakn penurunan kematian yang berkaitan dengan kecelakaan lalu-lintas, pernyataan optimistis semacam itu bukan tak diperdebatkan di kalangan ahli.

Namun, peraturan lalu-lintas Jerman sudah membuat ketentuan terbatas bagi penggunaan kendaraan yang melaju sendiri untuk tujuan tes di jalan raya negeri tersebut. Selain itu, instalasi penelitian baru yang sebagian didanai pemerintah, yang telah dinamakan “pusat paling modern bagi kendaraan bekemudi otonomi” di Jerman dan akan menguras dana 15 juta euro (18,47 juta dolar AS) secara keseluruhan biaya pembangunan, dijadwalkan dibuka di Bavaria pada 2019.

(hfd/ttcom)

Berita Lainnya
Google Hapus Layanan “Pencarian Gambar” JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Google menghapus salah satu layanan lawas buatan mereka untuk pencarian gambar, Google Goggles, per Agustus ini. Bagi yan...
Twitter Rilis Emoji Spesial Hari Kemerdekaan Indonesia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Twitter kembali merilis emoji spesial untuk menambah keseruan berbagi momen perayaan HUT ke-73 Hari Kemerdekaan Indonesia. ...
Pria Ini Selamat dari Penyakit Jantung Berkat Apple Watch JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Adam Love (24) dari Australia, menyadari ada yang tidak beres dengan jantungnya setelah jam tangan Apple Watch yang dikenaka...
Facebook akan Pasang Iklan di WhatsApp Status JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Facebook dikabarkan akan menggunakan cara baru untuk mencari uang lewat WhatsApp, yang mereka akuisisi sejak 2014 lalu, deng...
Masa Sulit, HTC Pusat Pecat 1.500 Pegawainya TAIWAN, TAJUKTIMUR.COM -- Kabar mengejutkan datang dari perusahaan perangkat mobile HTC. Berdasarkan pemberitaan Engadget, HTC berencana memangkas jum...
Kanal: Tekno