Loading...

Telegram Diblokir, Pengguna Indonesia Gaungkan Petisi

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Telegram, salah satu layanan pesan instan terpopuler di Indonesia, diblokir oleh sejumlah operator seluler. Salah satu layanan yang ditutup aksesnya adalah situs web (Telegram Web). Hingga berita ini naik, versi aplikasi Telegram masih bisa digunakan.

Diblokirnya Telegram versi situs web otomatis merugikan penggunanya. Apalagi, Telegram kini sudah mengantongi 100 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Jumlah pesan yang terkirim setiap harinya bahkan bisa mencapai 15 miliar pesan teks.

Penutupan akses Telegram, kontan membuat pengguna geram. Tak ayal, mereka ambil langkah seribu mengeluarkan petisi bagi Pemerintah untuk membatalkan pemblokiran Telegram. Petisi ini, digaungkan pengguna via laman Change.org pada Jumat (14/7/2017).

Menurut pantauan Tekno Liputan6.com, petisi tersebut sudah ditandatangani 797 pendukung. Petisi butuh setidaknya 203 tanda tangan lagi agar bisa mencapai kesepakatan petisi yang diharapkan.

“Memblokir Telegram dengan alasan dijadikan platform komunikasi pendukung terorisme, mungkin mirip dengan membakar lumbung padi yang ada tikusnya,” begitu bunyi tulisan di petisi tersebut.

“Lebih buruk lagi, karena pendukung terorisme atau hal-hal lain yang merongrong NKRI apa pun tetap bisa berkomunikasi di platform lainnya. Bila Anda aktif di media sosial, mungkin juga pernah melihat konten kebencian atau ‘anti-NKRI’ dan sejenisnya yang melintas bebas dibagikan dan diteruskan ke khalayak luas,” tambahnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Noor Iza, membenarkan pemblokiran Telegram di Indonesia. Namun ia belum bersedia mengungkapkan rincian pemblokiran.

Sejauh ini juga belum ada konfirmasi dari pihak operator seluler. Ketika Telegram web dibuka, ada keterangan yang menyatakan situs tersebut tidak aman.

Selama ini Telegram disebut sebagai layanan yang menjadi alat komunikasi teroris, tetapi belum diketahui apakah hal ini menjadi penyebab pemblokiran Telegram di Indonesia.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Evan Williams, Pendiri Twitter mundur JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Salah satu pendiri dan pimpinan eksekutif Twitter, Evan Williams, mengundu...
Ini Penjelasan Soal Instagram kehilangan hingga ribuan pengikut dalam semalam JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengguna Instagram di seluruh dunia menemukan kenyataan bahwa jumlah pengi...
WhatsApp akan Hentikan Layanan untuk HP Jadul JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Tepatnya 1 Februari 2020, WhatsApp akan menghentikan layanan untuk telepo...
Facebook Hapus Ratusan akun Penyebar Berita Palsu JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Facebook mengatakan telah menghapus ratusan akun Facebook dan Instagram se...
Microsoft Hentikan Dukungan Windows 10 Mobile JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Era smartphone bersistem operasi Windows atau yang biasa disebut Windows P...
Kanal: Tekno