Loading...

Lima Mesjid Besar di Manokwari kota Pekabaran Injil

MANOKWARI (TAJUKTIMUR.COM) – Selain sebagai ibukota Provinsi Papua Barat, Manokwari juga dikenal sebagai pintu masuk agama Kristen di tanah Papua. Menurut sejarah agama Kristen dibawa oleh dua Misionaris asal Belanda dan Jerman, Johann Gottlob Geissler dan Carl Willem Otto yang mendarat di Pulau Mansinam pada tanggal 5 Februari 1855. Sejak itu setiap tahunnya diperingati sebagai hari perkabaran Injil di tanah Papua.

Karena identik dengan sejarah tersebut maka tidak heran apabila mayoritas penduduk Manokwari yang beragama Kristen mencapai 65%.  Sementara penduduk muslim hanya sekitar 30%. Meski demikian masing-masing golongan agama hidup dengan rukun dan bertoleransi. Sekalipun bangunan gereja dapat kita temukan hampir di setiap sudut kota, beberapa mesjid besar juga dapat kita temukan dengan mudah.

Berikut lima mesjid besar yang berada di Manokwari:

  1. Mesjid Ridwanul Bahri atau Mesjid Fasharkan

Terletak di tengah kota Manokwari tepatnya Kelurahan Sanggeng dan merupakan bagian dari area TNI Angkatan Laut. Masyarakat setempat lebih sering menyebutnya sebagai Mesjid Fasharkan. Sesuai dengan singkatan dari Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan untuk kapal-kapan perang AL. Mesjid berlantai dua ini dapat menampung ratusan jamaah. Memiliki tempat parkir yang luas. Di saat waktu sholat dzuhur dan ashar biasanya dipadati para karyawan yang bekerja di sekitar Sanggeng dan para tukang Ojek berhelm kuning.

 

  1. Mesjid Al Falah

Mesjid ini tidak terletak di pinggir jalan besar sehingga agak sulit menemukannya. Dari jalan besar Jalan Trikora Wosi, kita harus masuk lagi ke jalan kecil untuk menemukan mesjid ini. Sama halnya dengan Mesjid Fasharkan, mesjid ini dapat menampung ratusan jamaah. Saat malam tarawih yang lalu mesjid ini sampai tidak mampu menampung jamaah yang membeludak. Telah beberapa kali mengalami renovasi, mesjid ini sekarang tampak lebih megah. Biasanya di akhir pekan digunakan untuk beberapa aktivitas seperti pengajian remaja, pengajian ibu-ibu, ceramah umum hingga manasik haji.

  1. Mesjid Darul Ulum Amban

Memiliki luas yang hampir sama dengan dua mesjid diatas, keunikan mesjid ini adalah yang letaknya dekat dengan kampus Universitas Papua. Yaitu di Jalan Gunung Salju, Kelurahan Amban.  Sehingga di waktu Dzuhur, Ashar dan Maghrib dipadati oleh para mahasiswa muslim. Selain untuk beribadah, para mahasiswa biasanya berkumpul di mesjid untuk berdiskusi atau melakukan kegiatan organisasi. Jumlah mereka yang dominan sehingga banyak orang mengira ini adalah mesjid kampus. Padahal mesjid ini dibangun oleh masyarakat sekitar dan bukan fasilitas kampus.

 

  1. Mesjid Jami Merdeka

Merupakan salah satu mesjid tertua di Manokwari. Ditengarai mesjid ini telah dibangun sejak jaman Belanda masuk ke Papua dan merupakan pindahan dari Mesjid Kuno yang dibangun oleh tentara Kerajaan Ternate/Tidore. Terletak di Jalan Merdeka, Manokwari dan tidak jauh dari Pelabuhan. Biasanya banyak penumpang kapal yang turun di pelabuhan mampir ke mesjid ini. Selain beristirahat mereka menunggu dijemput oleh sanak saudara. Kapasitas Mesjid Merdeka lebih kecil daripada tiga mesjid di atas. Mesjid ini juga sebagai kantor Badan Amil Zakat Daerah Kabupaten Manokwari.

 

  1. Mesjid Apung Borobudur

Berbeda dengan mesjid-mesjid di atas, mesjid ini terletak di pemukiman padat penduduk. Untuk mengaksesnya hanya bisa dengan kendaraan roda dua atau berjalan kaki. Berada di kampung Borbudur di Kelurahan Padarni mesjid ini berdiri kokoh di atas permukaan laut. 90% bangunan terbuat dari kayu. Posisinya menjorok lepas dari pantai yang penuh dengan rumah-rumah penduduk. Mesjid ini dibangun oleh masyarakat sekitar yang mayoritas berasal Sulawesi, terutama Suku Buton. Umumnya mereka berprofesi sebagai nelayan.

 

Demikian informasi mengenai lima mesjid besar yang ada di Manokwari. Ini sebagai bukti bahwa masyarakat muslim diberikan kebebasan beribadah dan terjalinnya toleransi yang baik.  Jadi bila anda seorang muslim dan akan berkunjung ke Manokwari, tak ada salahnya anda berkunjung ke mesjid-mesjid tersebut.

(feb/PB)

 

Berita Lainnya
NTB jadi Destinasi Wisata Halal Terfavorit di Anugerah Syariah Republika 2018 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilih sebagai tujuan wisata halal te...
Festival Pulau Hiri Tampilkan Kearifan Lokal Bahari TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Festival Pulau Hiri di Kota Ternate, Maluku Utara, pada awal Oktober 2018 ...
Keren! 8 Destinasi Indonesia Tebar Pesona di Changi Airports SINGAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Wonderful Indonesia semakin intens mempromosikan pariwisata luar negeri....
‘Mari baronda di Benteng Oranje Ternate’ TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Benteng Oranje didirikan pada tanggal 26 Mei 1607 oleh Cornelis Matclief d...
5 Makanan Halal dan Wajib Coba Asli Raja Ampat TAJUKTIMUR.COM -- Bila pergi ke Raja Ampat maka jangan lupa untuk menikmati wisata kuliner yang past...
Kanal: Wisata