Loading...

Tour de Merapi Promosikan Wisata Kuliner dan Belanja

SLEMAN, TAJUKTIMUR.COM – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Forum Komunikasi Desa Wisata Kabupaten Sleman menggelar kegiatan tahunan “Tour de Merapi” pada 22 Juli 2018 untuk mempromosikan wisata kuliner dan belanja.

“Tour de Merapi’ pada 2018 mengusung tema ‘Jajah Desa Milang Pasar’ dengan target utama untuk mengenalkan potensi destinasi wisata kuliner dan belanja yang ada di Kabupaten Sleman,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Kamis (19/7).

Menurut dia, beberapa destinasi wisata kuliner dan belanja yang akan dilewati, antara lain Taman Kuliner Condong Catur, Pasar Digital Banyunibo, Pasar Prambanan, Pasar Srowolan, Pasar Ngino, dan Pusat Kuliner Belut.

“Selain destinasi wisata kuliner dan belanja, beberapa destinasi wisata yang akan dilewati peserta yaitu Candi Banyunibo, Lava Bantal, Desa Wisata Pentingsari, Banyu Sumilir, dan Studio Alam Gamplong,” katanya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat dalam mengikuti “Tour de Merapi” itu luar biasa dengan setidaknya tercatat 585 motor terdaftar dalam kegiatan itu.

“Sesuai aturan yang ada, peserta di atas nomor pendaftaran 500 mendapat fasilitas yang sedikit berbeda, yaitu tidak mendapatkan jaket, hanya mendapatkan dua kaos,” katanya.

Sudarningsih mengatakan, bendera start akan dikibarkan pada Minggu (22/7) pukul 07.30 WIB di Lapangan Pemda Sleman. “Para peserta ‘Tour de Merapi’ diharapkan sudah mulai berkumpul di titik pemberangkatan 60 menit sebelum bendera dikibarkan, untuk melakukan pendaftaran ulang, dan pengaturan kelompok pemberangkatan,” katanya.

Direncanakan peserta akan dibagi dalam dua kelompok pemberangkatan dengan selisih waktu antara 5 hingga 10 menit. “Terdapat lima pos pemberhentian, yang di setiap pos pemberhentian tersebut peserta diberi kesempatan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati sajian kesenian yang disiapkan,” katanya.

Ia mengatakan, kegiatan ini adalah kegiatan gembira dan bukan lomba balap motor, sehingga peserta tidak perlu terburu-buru mencapai tempat pemberhentian terakhir di Studio Alam Gamplong. “Tetap patuhi aturan Ialu lintas yang ada. Nikmati suasana perjalanan, dan jelajahi potensi wisata belanja dan kuliner yang nantinya dilewati peserta,” katanya.

Berita Lainnya
‘Mari baronda di Benteng Oranje Ternate’ TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Benteng Oranje didirikan pada tanggal 26 Mei 1607 oleh Cornelis Matclief de Jonge dan diberi nama Benteng Oranje oleh Franco...
5 Makanan Halal dan Wajib Coba Asli Raja Ampat TAJUKTIMUR.COM -- Bila pergi ke Raja Ampat maka jangan lupa untuk menikmati wisata kuliner yang pastinya terjamin halal dan khas Raja Ampat. Apa sa...
Ini 10 Destinasi terbaik di Raja Ampat WAISAI, TAJUKTIMUR.COM - Raja Ampat dipercaya sebagai salah satu lokasi persinggahan pawai obor (Torch Relay) Asian Games 2018, 26-28 Juli mendatang. ...
2.500 Penari Siap Ramaikan Bandung International Art Festival BANDUNG, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menggelar acara Bandung International Art Festival (BIAF) 2018 pada 27-29 Juli mendata...
Enam Spot Wisata di Lombok yang Wajib Banget Dikunjungi TAJUKTIMUR.COM -- Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu destinasi favorit wisata dalam dan luar negeri di samping Bali. Pesona NTB khususnya Lombok m...
Kanal: Wisata